Prabowo saat pidato di Rekernas LDII, foto: kumparan.com
Pidato terbaru Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali mengundang polemik dan memancing perdebatan di tengah masyarakat hingga lawan-lawan politiknya.
Saat Prabowo berpidato di hadapan pengurus dan kader LDII dalam acara Rakernas yang bertemakan 'LDII Untuk Bangsa" di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Kamis (11/10/2018). ada beberapa pernyataannya yang dianggap kontoversial serta menimbulkan polemik.
Berikut ini 5 point pernyataan dan aksi Prabowo yang dianggap kontroversial dan menimbulkan perdebatan di masyarakat :
1. Slogan 'Make Indonesia Great Again'
Prabowo menyebut slogan kampanye Donald Trump pada Pilpres Amerika Serikat 2016 'make America great again', yang diubah menjadi 'make Indonesia great again' sebagai gambaran pemerintahan saat ini yang tak bisa bertindak tegas seperti AS.
Slogan tersebut oleh Prabowo digunakan untuk mengkritik ada sekelompok elite yang menyebabkan penderitaan rakyat. Ia menilai pemerintah Indonesia yang tak bisa bersikap tegas demi mementingkan kepentingan rakyat.
"Elite kita sudah tidak berpikir kepentingan yang besar, kepentingan rakyat. Mereka berpikir masing-masing, kepentingan kelompoknya, dirinya, keluarganya," tegas Prabowo
Referensi pihak ketiga, foto: kricom.id
2. Ke Pesantren Tak Pernah Minta Dukungan, Tapi Minta Doa
Prabowo menilai, meminta dukungan di pesantren demi kemenangan di pilpres adalah suatu tindakan yang kasar. Ia menjamin akan menghormati apa pun keputusan rakyat. Setiap datang ke pesantren, ia pun tak pernah meminta dukungan.
"Saya ke pesantren-pesantren, tidak pernah minta, Pak Kiai dukung saya ya. Jangan. Minta doa kan, boleh kan?" kata Prabowo.
"Saya menghormati LDII. Di rakernas saudara, saya tidak akan datang minta dukungan saudara. Saya tidak mau, itu hak saudara, saudara saya minta renungkan dengan tenang," tutup Prabowo.
Referensi pihak ketiga, foto: kumparan.com
3. Hentikan Pidato dan Turun Podium karena Suara Azan
Momen itu terjadi saat Prabowo sedang memaparkan data tentang kondisi Indonesia yang sebagian besar dimuat di buku karyanya 'Paradoks Indonesia'.
Ditengah waktu Prabowo sedang berpidato, terdengar azan shalat Dhuhur berkumandang. "Ini azan ya?" ucap Prabowo.
Prabowo kemudian menghentikan pidato dan langsung turun dari podium untuk duduk kembali di barisan depan. Setelah azan selesai, Prabowo kembali menaiki panggung untuk melanjutkan pidatonya.
Referensi pihak ketiga, foto: netralnews.com
4. Canda Prabowo Kena Flu Akibat Sering Cium Anak-anak saat Kampanye
Prabowo tak lupa menyelipkan canda saat memberikan pengarahan, mengaku dalam kondisi flu akibat sering mencium kepala anak-anak saat berkunjung ke suatu daerah.
"Kalau anaknya dibawa dari jauh saya sudah lihat saya wajib mencium. Karena mencium puluhan anak-anak, puluhan hari ya, kena flu-lah," kelakar Prabowo.
Sontak canda Prabowo itu disambut gelak tawa oleh para peserta rakernas LDII. Prabowo kemudian menghentikan sebentar pidatonya sembari meminum kopi yang disediakan panitia. "Minum kopi sekali lagi," ucap Prabowo.
Referensi pihak ketiga, foto: tribunnews.com
5. Sistem Ekonomi Indonesia Adalah Economics of Stupidity
Prabowo juga menyinggung mengenai kondisi perekonomian Indonesia terkini, yang menurutnya lebih parah daripada sistem neoliberalisme.
"Bukan ekonomi neolib lagi ini, lebih parah dari neolib. Ini harus istilah baru dari neolib, ini menurut saya ekonomi kebodohan. The economics of stupidity. Ini yang terjadi," kata Prabowo.
"Kita lihat sekarang jutaan hektar tanah kita dikuasai oleh perusahaan swasta, mereka bawa uangnya ke luar negeri," tambahnya.
Referensi pihak ketiga, gambar: pinterpolitik.com
Pembaca Lugas, menurut kalian apakah 5 poin pernyataan dan aksi Prabowo tersebut itu memang kontroversial dan layak jadi perdebatan di masyarakat ?

(L/PJD)

sumber: