Pengamat Kebijakan Publik Menilai Jokowi Belum Buktikan Keberhasilan

Gambar ini mengandung informasi penting, klik untuk visualisasi lebih besar..
TABLOIDLUGAS.COM | Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang baru saja menjabat 1,5 tahun dan belum mampu berbuat banyak untuk Jakarta dicalonkan menjadi Presiden oleh PDI Perjuangan.

Hal tersebut dianggap tidak layak oleh masyarakat dan para pengamat mengingat ia telah berjanji dalam Pilkada DKI Jakarta akan membangun Jakarta dan menjabat selama 5 tahun.

“Saya orang yang tidak setuju Jokowi menjadi Presiden. Karena rekam jejaknya masih belum mumpuni untuk memimpin negara. Kalau dia berhasil di Solo, karena luas Solo itu cuma se-Kecamatan Cilandak saja. Pas dia pimpin Jakarta, belum ada bukti yang konkret yang menunjukkan dia berhasil,” Ujar Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, Senin (31/3/2014).

Menurut Agus, persoalan Jakarta yang sangat rumit belum juga ada tanda-tanda perbaikan seperti normalisasi waduk, rusun deret yang bermasalah, transportasi yang makin semrawut serta persoalan kaki lima.

“Coba lihat program apa yang sukses? Paling normalisasi waduk saja yang bisa dibilang sukses, yang lain seperti rusun deret bermasalah, transportasi babak belur. Normalisasi bantaran berenti karena banyak rumah pejabat. Kaki lima enggak beres,” kata dia.

Jokowi dalam berbagai kampanyenya selalu menganggap kesuksesan program pendidikan dan kesehatan gratis yang menurutnya merupakan kewajiban pemerintah dan menjadi standar dinegara manapun.

“Sekolah dan kesehatan itu kewajiban. Itu memang seluruh warga dunia harus merasakannya. Jangan digembar-gemborkan. Saya khawatir semua program yang masih acak-acakan itu dimainkan lawan politiknya,” tandasnya.

(Lugas/CahayaReformasi)

Tidak ada komentar