Jalan Otista III Mulai Ditutup Hingga Tiga Bulan Mendatang

TABLOIDLUGAS.COM | Ground breaking (pemasangan tiang pancang pertama) pembangunan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur telah dilakukan pada 26 Desember 2013 lalu. Untuk menunjang pembangunan proyek yang diharapkan meminimalisir dampak banjir ini, akan diterapkan rekayasa lalu lintas.

Arus lalu lintas di Jalan Otista III, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur mulai Sabtu (10/5) pukul 07.00 WIB akan ditutup dan dialihkan hingga 10 Agustus nanti.

Kasudin Perhubungan Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, menjelaskan, pengalihan arus lalu lintas hanya difokuskan di Jalan Otista III karena di wilayah itu akan dilakukan pengeboran sodetan. Dikatakan, pihaknya telah mensosialisasikan mengenai rekayasa lalu lintas tersebut kepada masyarakat dengan memasang rambu-rambu di sejumlah titik.

"Ini dilakukan agar masyarakat mengetahui dan dapat menghindari Jalan Otista III," kata Benhard kepada wartawan, Kamis (8/5).

Dipaparkan, arus lalu lintas dari Jalan Otista Raya menuju Jalan Otista III akan dialihkan ke Jalan Kebon Nanas Utara I, Jalan H Yahya, Jalan Panti Asuhan dan masuk ke Jalan Otista III untuk selanjutnya menuju Jalan DI Panjaitan.

Sebaliknya untuk kendaraan yang berasal dari Jalan DI Panjaitan akan dialihkan ke Jalan Kebon Nanas Selatan, Jalan Kebon Nanas Selatan VIII, Jalan Kebon Nanas Selatan II sebelum menuju Jalan Otista Raya. Untuk memperlancar pengalihan lalu lintas ini, Benhard menyatakan, pihaknya menyiagakan 10 personil yang ditempatkan di dua titik ujung Jalan Otista III.

"Jalan alternatif di kawasan Kebon Nanas Utara dan Kebon Nanas Selatan sebenarnya banyak, tapi bagi yang tak terbiasa akan kebingungan. Kami menyarankan mengikuti rambu lalu lintas yang telah ada," katanya.

Manager Konstruksi PT Wijaya Karya (PT Wika), Ari Wibisono, mengatakan, tahap awal pengerjaan proyek sodetan adalah pembuatan lubang keluarnya mata bor atau arriving shaft di wilayah RW 02 Cipinang Cempedak. Arriving shaft tersebut menjadi titik pertemuan untuk pengeboran bagian inlet yaitu di Jalan Otista Raya dan outlet di Jalan DI Panjaitan.

"Lamanya pengerjaan arriving shaft ini sekitar empat bulan. Karena di lokasi pengeboran banyak jaringan utilitas, kami harus menyiapkan tempat untuk pengalihan jaringan utilitas ini. Kami berharap warga dan pengendara bisa mendukung proyek untuk mengatasi banjir ini," kata Ari.

Kemacetan parah
Menanggapi rekayasa lalu lintas ini, sejumlah sopir angkot mengkhawatirkan terjadinya kemacetan parah. Selain melalui permukiman warga, jalan alternatif yang akan digunakan lebih sempit ketimbang Jalan Otista III.

Miswaji (55), sopir Mikrolet 03 (Kampung Melayu-PWI) mengaku sudah mendapatkan surat edaran pengalihan arus tersebut. Meski rekayasa lalu lintas yang diterapkan tidak luas, Miswaji khawatir akan terjadi kemacetan parah. Hal itu karena pada pagi dan siang hari volume kendaraan yang melalui Jalan Otista III cukup tinggi.

"Tentunya, akan semakin macet, soalnya dialihkannya ke jalan yang lebih sempit dan melewati jalan permukiman, jadi harus lebih pelan," kata Miswaji.

Selain Mikrolet 03, Jalan Otista III juga dilalui M18 jurusan Kampung Melayu- Pondok Gede. Berdasar pantauan, rambu-rambu berupa papan penunjuk arah, papan verboden, papan peta pengalihan arus, serta papan pemberitahuan pengalihan arus telah terpasang di sejumlah titik di sekitar Jalan Otista III. [L/investor]
 

Tidak ada komentar