JAT Bekasi Deklarasi Bergabung dengan ISIS di Masjid Muhajirin

TABLOIDLUGAS.COM | Bekasi - Pengikut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Bekasi yang melakukan ikrar di Masjid Muhajirin pada Minggu lalu, dulunya adalah jemaah yang tergusur dari Masjid Muhammad Ramadhan karena pengajiannya diprotes warga. Masjid Muhammad Ramadhan merupakan masjid yang sudah diambil alih oleh Pemerintah Kota Bekasi.

“Jemaah yang ikut dalam ikrar mendukung ISIS merupakan anggota Jemaah Anshorut Tauhid (JAT) yang telah tergusur dari Masjid Muhammad Ramadhan,” ujar Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo di Mapolresta Bekasi Kota, Selasa (4/8/2014).

Siswo mengatakan, ketika melakukan ikrar dukungan terhadap ISIS di Masjid Muhajirin, para anggota JAT juga merencanakan merebut kembali kepengurusan Masjid Muhammad Ramadhan yang hanya berjarak 500 meter dari Masjid Muhajirin. Semua aktivitas mereka tersebut dilakukan secara diam-diam. Hal ini agar mereka tidak terdeteksi oleh polisi.

Sebelumnya, Warga Pekayon, Bekasi, resah dengan kegiatan kajian agama yang sering diadakan di Masjid Muhammad Ramadhan. Pengurus Masjid Muhammad Ramadhan, Dahlan, mengatakan, warga menganggap kajian agama yang dilakukan oleh bukan warga sekitar itu ekstrem.

Pemerintah Bekasi mengambil alih kepengurusan dan kepemilikan masjid. Menurut Camat Bekasi Selatan Abi Hurairah, pengambilalihan tersebut dilakukan karena dua hal. Pertama, lahan masjid menggunakan tanah fasum dan fasos milik pemerintah kota. Kedua, karena adanya keresahan warga akan aktivitas kajian agama yang dilakukan di masjid tersebut.

Abi juga mengatakan, pengambilalihan ini memiliki dampak yang baik bagi warga karena masjid akhirnya dapat digunakan bersama-sama oleh seluruh warga. Jemaah yang awalnya melakukan kajian-kajian agama di Masjid Muhammad Ramadhan itu kini berpindah ke Masjid Muhajirin.

Pada Minggu, 3 Agustus 2014, lalu telah berlangsung ikrar mendukung ISIS di Masjid Muhajirin, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. Ikrar tersebut dilakukan oleh Jemaah Anshorut Tauhid (JAT) dengan pimpinan bernama Syamsudin Uba.

Saat mereka melakukan ikrar tersebut, anggota JAT juga melakukan pengibaran bendera ISIS di halaman Masjid Muhajirin. Setelah melakukan ikrar, jemaah tersebut menamakan kelompok mereka dengan nama Khilafah Ibrahim. Kelompok tersebut menyatakan bahwa JAT dan Khilafah Ibrahim masuk ke dalam organisasi ISIS. Mereka juga mendukung segala kegiatan ISIS.

Dibawah ini adalah deklarasi ISIS dalam bahasa inggris:

Bismillahirrahmanirrahiem…

Alhamdulillah, Sholawat and salaam always been sending to The Mesenger of God S.A.W and which favor of God will you deny mortal amma ba’ad. We are a moslems people in Nusantara, we united to support and our loyalty with Daulah Islamiyyah in all over the country.

Even Daulah Islamiyyah in Afghanistan, Kaukasian, Somalia, Mali, and especially Daulah Islamiyyah in Iraq and Syam or ISIS. We expressed our support and loyalty with all daulah who Alloh blessed as group to applicated this glorious syar’i at Islam.

Especially we expressed our support to Amirul Mu’miniin Syaikh Abu Bakar Al Husainy Al Baghdadi Hafidzohullohu ta’ala, Amirul mukminin Daulah Islamiyyah in Iraqi and Syam. For his leadership to implement Syari’at Islam in this earth with the permission of Alloh. And we expressed this support as opposed for defamation against Daulah Islamiyyah in Iraqi and Syam who spread by who hates Syari’at upheld both from the Blasphemers, Munafiq, Rofidhoh, Ghulatul Murji’ah, Mukhodzdzil, and similar with them.

We are moslems who located of Arabia, expressed our support and loyalty to Amirul mukminin with the permission of Alloh was incised gold ink struggle for Moslems people we wish with permission of Alloh Jalla wa ‘Ala in the near future to participate bai’at with noble Syaikh on his struggle and became his force under the guidance of Alloh tabaroka wa ta’ala.

We hope to Alloh to win the whole army and destroy the whole of His enemy. For then they can come to this Nusantara to help Mustadh’afin from both of Mukminin and release prisoners from jail of thowagit. This statement we cover with noboe words from Junuud Daulah Islamiyyah Syaikh Abu sulaiman Al utaiby. The horses of Alloh departed, The earth ah Alloh witness, Derive the sky raining, Soldiers of Alloh go forth, Oh Gonfalonier rise up and rejoice with heaven. For God sake we are not going to put down the sword, We will cut the hands of blasphemers and we gonna cut of their necks, and we will fight the blasphemers until religion belongs to Alloh. Our greetings ikhwatul islam from Nusantara. Allahu Akbar!


Dalam penelusuran jejak lebih lanjut, sebuah sumber menyatakan acara Khazanah di media televisi Trans7 menjadi salah satu alat perjuangan kelompok ini berkedok pengobatan alternatif ruqyah.

Sementara itu dalam buku Kanzul 'Ummal, nomer kutipan ke 31.530, Ali Ibn Abi Thalib lima belas abad silam berkata: "Jika kalian melihat bendera-bendera Hitam, tetaplah kalian di tempat kalian berada, jangan beranjak dan jangan menggerakkan tangan dan kaki kalian, jangan larut ikut-ikutan mendukung pasukan itu, kemudian akan muncul kaum lemah (akal dan imannya), tiada yang peduli pada mereka, hati mereka seperti besi, mereka akan mengaku sebagai Ashabul Daulah (pemilik Negara), mereka tidak pernah menepati janji, mereka berdakwah pada Al Haq tapi mereka bukan Ahlul Haq, namanya dari sebuah julukan, marganya dari nama daerah, rambut mereka tak pernah dicukur, panjang seperti rambut perempuan, jangan bertindak apapun sampai nanti terjadi perselisihan di antara mereka sendiri, kemudian Allah mendatangkan kebenaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya.”

[L/fatih/berbagaisumber]

Tidak ada komentar