PRD: 'VOC Baru' Perlemah Indonesia Agar Terus Berkuasa

LUGAS | Jakarta - Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD), Agus Jabo Priyono menyerukan pada rakyat Indonesia agar mewaspadai kehadiran VOC Baru yang terus berusaha memecah belah serta memperlemah bangsa Indinesia.

“Waspadalah! VOC-VOC  itu dengan segala kekuatannya akan terus memecah belah serta memperlemah bangsa kita, agar mereka bisa terus berkuasa!” jelasnya.

“Maka dari itu, jangan lengah, jangan lemah, kita harus bangkit bersama-sama, rebut kembali kemerdekaan kita, Persatuan Nasional kekuatan kita, kemenangan pasti datang bersama kita! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bistik tetapi jadi budak!” tegasnya.

Dibawah ini seruan PRD secara lengkap yang diterima redaksi, Rabu (20/8):

“19 Agustus 2014,
Untuk saudaraku
Pejuang Agraria
yang tetap teguh,
tetap berlawan,
yang bertahan di desa-desa,
maupun lorong-lorong penjara,
dari Kepulauan Meranti, Jambi, Mesuji, sampai Luwuk Banggai!

Untuk saudaraku Almarhum Puji, Muhammad Ridwan, Eva Bande, dan para Pejuang Agraria, Pejuang Pembebasan Bangsa Indonesia!

Saudaraku, baru saja kita memperingati 69 tahun hari Kemerdekaan kita, tetapi apakah sesungguhnya arti kemerdekaan itu untuk bangsa kita?

Jika sekarang ini kita kembali kehilangan sumber kehidupan kita, tanah air kita, masa depan kita, martabat kita sebagai bangsa!

Presiden memang terus berganti, namun kerakusan kapital telah merampas sumber penghidupan kita, VOC dalam bentuk baru telah berkuasa kembali, mengubah filosofi, dasar negara kita, mengintervensi haluan negara kita, menaklukkan perangkatnya, menghisap sumber daya alam maupun sumber daya manusia kita!

Saudaraku, masalah tanah adalah masalah dasar, dari situlah sumber penghidupan umat manusia, siapa menguasai tanah, ia akan menguasai kehidupan!

Kemerdekaan Indonesia tanpa land reform bagai gedung tanpa pondasi, bagai pohon tanpa akar, omong besar tanpa isi!

Maka dari itu wahai para Pemimpin Bangsa, apakah kita mau Indonesia MERDEKA, yang kaum Kapitalnya merajalela ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku

oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?

Jangan jadikan tanah sebagai alat penghisapan, tanah untuk mereka yang betul-betul menggarap tanah! Tanah untuk kaum Tani!

Karena sesungguhnya hakekat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, adalah perubahan struktur kepemilikan serta penguasaan tanah itu, dari kolonialisme Belanda ke bangsa Indonesia, seperti yang sudah ditegaskan dalam Pasal 33 UUD 1945!

Proklamasi dengan segala cita-cita nya kembali sirna!

Ingatlah! Penguasaan serta kepemilikan struktur tanah adalah landasan utama kita untuk membangun kedaulatan bangsa, untuk membangun ekonomi nasional kita, untuk membangun industri nasional kita, untuk membangun kemandirian bangsa kita, untuk membangun martabat serta kepribadian bangsa kita, dan untuk membangun pertahanan bangsa kita.

Di atas dan di dalam tanah air itu terdapat sumber daya alam yang berlimpah ruah, sebagai modal kita bangkit menjadi bangsa merdeka, adil makmur, bahagia lahir batin, aman sentausa!

Saudaraku, salam hormatku untuk kalian semua!

Jalan kalian adalah jalan yang benar, jalan suci, jalan yang seharusnya ditempuh oleh seluruh bangsa Indonesia!

Waspadalah! VOC-VOC itu dengan segala kekuatannya akan terus memecah belah serta memperlemah bangsa kita, agar mereka bisa terus berkuasa!

Maka dari itu, jangan lengah, jangan lemah, kita harus bangkit bersama-sama, rebut kembali kemerdekaan kita, Persatuan Nasional kekuatan kita, kemenangan pasti datang bersama kita!

Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bistik tetapi jadi budak!

Selamat berjuang!

Salam Gotong Royong!

Agus Jabo Priyono

(Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik)


Multinasional Pertama
VOC atau Vereenigde Oostindische Compagnie adalah Kongsi Perdagangan Hindia Timur yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah persekutuan dagang asal Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia sekaligus merupakan perusahaan pertama yang mengeluarkan sistem pembagian saham.

Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah badan dagang saja, tetapi badan dagang ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang istimewa. Misalnya VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain. Bisa dikatakan VOC adalah negara dalam negara.

Di kalangan orang Indonesia VOC memiliki sebutan populer Kompeni atau Kumpeni. Istilah ini diambil dari kata compagnie dalam nama lengkap perusahaan tersebut dalam bahasa Belanda. Tetapi rakyat nusantara lebih mengenal Kompeni sebagai tentara Belanda karena penindasannya dan pemerasan kepada rakyat Nusantara yang sama seperti tentara Belanda.

(Bergelora)

Tidak ada komentar