Syamsudin Uba Tolak Disebut Tokoh ISIS, Kapolres Enggan Disebut Salah Data

Syamsudin Uba sedang memberikan ceramah
sebelum deklarasi ISIS Khilafah Ibrahim di Bekasi [dok.IMI]
LUGAS | Bekasi - Tokoh Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) sekaligus anggota Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB), Syamsudin Uba mendatangi Markas Polresta Bekasi Kota, kemarin siang bersama rekan-rekan satu organisasinya.

Mereka, khususnya Syamsudin Uba menolak disebut sebagai tokoh ataupun pelopor Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Bekasi. Mereka mengatakan ada kesalahan dalam data yang dimiliki oleh Polresta Bekasi Kota.

Mereka membantah ada pembicaraan soal dukungan terhadap ISIS pada kegiatan pekan lalu di Masjid Muhajirin. Padahal, hal tersebut tercantum dalam laporan yang dimiliki oleh Polresta Bekasi Kota.

Menurut Syamsudin Uba, Polresta Bekasi Kota juga telah mengonfirmasi kesalahan ini. Mengenai hal ini, Kepala Polresta Bekasi Kota Komisaris Besar Priyo Widiyanto mengaku tidak ada kesalahan data yang diperoleh instansinya.

Data yang polisi peroleh sudah berdasarkan informasi yang mereka dapat. "Itu kan kata mereka. Data yang kami miliki itu benar. Kehadiran mereka kemarin hanya untuk menyampaikan bahwa mereka tidak mendukung tapi juga tidak menolak. Jadi netral," ujarnya.

Namun, Priyo mengatakan, ucapan mereka sendiri sebenarnya bias. Syamsudin Uba dan teman-temannya hanya mengelak soal pertemuan hari Minggu yang disebut-sebut berisi pembicaraan dukungan ISIS. Tetapi mereka tidak secara gamblang mengatakan tidak mendukung ISIS. "Jadi ini kan sebenarnya ngambang," ujarnya.

Secara organisasi, KUIB dan JAT menolak jika disebut sebagai bagian dari ISIS. Namun, secara individu, Syamsudin Uba mengatakan dukungannya secara bias. "Katanya apapun negara yang berlandaskan quran dan hadits didukung," ujar Priyo.

Priyo mengaku sudah bisa menyimpulkan sendiri soal keberpihakan KUIB, JAT, dan Syamsudin Uba kepada ISIS. Tetapi dia enggan menceritakan. Segala pernyataan dari Syamsudin Uba kemarin dijadikan sebagai data untuk pengembangan lebih dalam lagi.

Saat ini, Syamsudin Uba tidak ditahan karena tidak melanggar perbuatan hukum dengan adanya deklarasi itu. Meski demikian dia sedang dalam pengawasan Polresta Bekasi Kota. Sebab, bukan kali ini saja Syamsudin Uba berurusan dengan polisi.

Dia juga pernah ditahan polisi karena merusak bangunan Kejaksaan Negeri pada saat melakukan aksi demonstrasi pada bulan Februari lalu. "Dia kan bukan hanya kali ini saja muncul. Saat ini diawasi," ujar Priyo.

Sebelumnya, ada 50 warga Bekasi yang telah berikrar untuk mendukung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka tergabung dalam kelompok bernama JAT yang dipimpin oleh Syamsudin Uba.

Pada Minggu (3/8/2014) lalu, pendukung ISIS berikrar di Masjid Muhajirin, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. Ikrar dilakukan oleh JAT dengan pimpinan bernama Syamsudin Uba. Saat mereka berikrar, anggota JAT juga melakukan pengibaran bendera ISIS di halaman Masjid Muhajirin. Setelah membuat ikrar, jemaah tersebut menamakan kelompok mereka dengan nama Khilafah Ibrahim.

KCM

Tidak ada komentar