Preman Kepung Bumi Serdang, Warga Siapkan Bambu Runcing

LUGAS | Banyuasin - Situasi di Desa Bumi Serdang Bertak II Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin pasca bentrok antar warga situasinya belum kondusif, Situasi masih mencekam bahkan di Desa ini mirip mau perang.

Informasi terbaru yang di terima detiksumsel.com,Rabu (22/4/2015) pukul 20.00 bahwa desa eks transmigrasi ini saat ini di kepung oleh puluhan preman yang merupakan gabungan preman yang datang dari sungai lilin Muba dan preman setempat yang ada di Tungkal Ilir. Oknum preman ini diduga ingin balas dendam kepada warga karena teman mereka sempat di keroyok warga setempat.

“Situasi desa mencekam, puluhan preman sudah masuk ke desa kami,”kata Ketua BPD Desa Bumi Serdang  Lasono.

Warga sendiri terang Lasono juga siaga dengan persenjataan lengkap seperti bambu runcing,parang dan cuka para untuk berjaga-jaga dan sekaligus persiapan menghadapi para preman jika mereka melakukan aksi brutal.

“Warga desa kami ketakutan, Warga laki-laki semuanya siaga,sementara wanita dan anak-anak sudah kami intruksikan untuk tidak keluar rumah,” katanya.

Sejauh ini petugas kepolisian dari Polrea dan Polda Sumsel terang Lasono belum tiba dilokasi bentrok. 

“Belum datang,katanya masih terjebak macet di sungai lilin. Tapi petugas dari Polsek Tungkal ilir sudah ada dari siang tadi,” katanya.

Seperti di beritakan sebelumnya, Bentrok antar Warga Di Desa Bumi Serdang Bertak II Kecamatan Tungkal Ilir Banyuasin,Rabu (22/4/2015) sekitar pukul 13.00 makan korban.

Sedikitnya ada empat warga yang mengalami luka bacok senjata tajam yakni Muslim,Sipon,Parlan dan Miswan semuanya warga Bertak. Ke empat warga ini luka di bagian punggung,kaki,tangan dan belakang dan saat ini  sudah dilarikan ke RSUD Sungai Lilin. Sedangkan seorang warga yang di ketahui bernama Solikin mengalami luka  tembak dikaki kiri dan di larikan ke RSMH Palembang.

“Jadi korban lima orang,empat kena bacok dan satu kena tembak,”kata ketua BPD Bumi Serdang Lasono saat dihubungi via ponsel.

Dijelaskannya,suasana desa saat ini mencekam,warga ketakutan keluar rumah karena ada ancaman akan ada aksi balasan. “Katanya akan ada kelompok preman yang akan balas dendam,maka warga ketakutan,” katanya.

Pihaknya berharap pihak kepolisian untuk menjaga Desa Bumi Serdang karena ditakutkan akan ada aksi balasan. “Kita sudah koordinasi dengan Kapolsek dan berharap ada penjagaan dari pihak kepolisian. Namun sejauh ini belum ada yang  hadir,” katanya.

Seperti di ketahui,aksi bentrok ini dipicu persoalan biaya pemasangan listrik desa. Dimana pemasangan melalui panitia desa warga harus setor Rp 3.5 juta dan melalui online Rp 2,5 juta.

Bentrok ini sendiri terjadi Rabu (22/4/2015) di halaman Polsek Subsektor Tungkal Ilir disaat akan dilakukan penyelesaian persoalan ini oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya lanjut Lasono memang sudah terjadi bentrok saat rapat diKantor Kades. ” salah seorang warga dari panitia pemasangan desa berinisial UC spontan dari arah belakang memukul bagian leher belakang warga berinisial Ri salah satu pelanggan dari online,” katanya.

sumber


Tidak ada komentar