Islib Ajak Dunia Islam Dorong Perdamaian Arab Saudi - Iran

LUGAS | Jakarta - Eksekusi mati terhadap tokoh Syiah Sheikh Nimr oleh pemerintah Arab Saudi sedang, dinilai memicu konflik Arab Saudi dengan Iran. "Langkah itu sangat tidak menguntungkan politik internal Arab Saudi. Spirit perlawanan akan semakin membara di wilayah bagian timur Arab Saudi, yang ditinggali oleh mayoritas penganut Syiah," demikian tulis Zuhairi Misrawi, tokoh muda NU dan Jaringan Islam Liberal (Islib).

Alumni Departemen Akidah - Filsafat, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-Azhar ini menilai dunia Islam harus membangun jembatan harmoni antara Sunni - Syiah, bukan justru membenturkan keduanya. Menurutnya dampak buruk di balik konflik sektarian tersebut lebih besar daripada manfaatnya, bahkan tidak ada manfaatnya sama sekali. 

"Iran sebagai negara dengan penduduk mayoritas Syiah, sejak lama bersama al-Azhar, Mesir, sedang berjuang membangun dialog dan titik temu antara Sunni dan Syiah. Iran sadar betul bahwa masa depan peradaban Islam adalah mencari titik temu, bukan titik tengkar," terangnya.
Menurutnya, hal yang bisa dilakukan masyarakat di Indonesia adalah supaya tidak terpengaruh narasi sektarian tersebut. "Kita adalah negara Pancasila yang mempunyai budaya gotong royong. Sunni-Syiah bisa hidup berdampingan dalam damai di negeri ini, pun agama-agama dan keyakinan lain," terang pria asal Madura ini, bernada cari aman di bawah kearifan lokal bangsa Indonesia, Pancasila.

Zuhairi Misrawi juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mengingat kembali pesan Imam Ali bin Abi Thalib tentang dua model persaudaraan yang harus dibangun: persaudaraan seagama dan persaudaraan sesama manusia sebagai makhluk Tuhan.

Zuhairi Misrawi dalam sepak terjangnya selama ini dikenal sebagai tokoh intelektual muda NU yang bersama Ulil Abshar Abdalla membesarkan Jaringan Islam Liberal (Islib) dan memperjuangkan Syiah di Indonesia.


Tentang Zuhairi Misrawi
Zuhairi Misrawi dikenal sebagai penulis dan intelektual muda Nahdlatul Ulama. Zuhairi menyelesaikan pendidikan sarjananya di Departemen Akidah-Filsafat, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Lahir: 5 Februari 1977 (38 tahun) di Sumenep,Madura.
Pasangan(Istri): Nurul Jazimah
Pendidikan: Universitas Al-Azhar
Buku: Novel Pelangi Melbourne: dua dunia satu cinta, dan sejumlah artikel di media


[L/koodinator.liputan@gmail.com]

Tidak ada komentar