Sekolah Tak Peduli Kakinya Patah, Erik Tak Ikuti UN

LUGAS - Erik, siswa kelas 9 SMP N 1 Baleendah yg seharusnya  mengikuti Ujian Nasional (UN) tanggal 9 Mei, terpaksa tidak bisa ikut dikarenakan cedera pada kakinya. Cedera tersebut terjadi saat Erik mengalami kecelakaan di lapangan futsal yang mengakibatkan patah tulang kaki kirinya, pada tanggal 28 April silam. Saat itu ia bermain futsal dengan teman-temannya.

Dedeng, ayah Erik membawanya ke rumah sakit dan memberitahu pihak sekolah pada tanggal 29 April atau keesokan harinya, dengan  melampirkan fotocopy hasil rontgen, namun  sampai hari Sabtu tanggal 7 Mei 2016, tidak ada  sedikitpun respon dari pihak sekolah untuk memberikan penjelasan tentang UN yang harus diikuti Erik, sedangkan UN dilaksanakan hari Senin tanggal 9 Mei.

Hal itu mendorong Pak Dedeng selaku ayah Erik mendatangi sekolah, sayangnya tidak ada kepala sekolah dan wali kelas, yang dijumpainya adalah para guru yang sedang berada di ruang guru.  Sebelum menanyakan tentang siapa yang bertanggung jawab di sekolah, Dedeng juga terlebih dahulu memperkenalkan diri sebagai ayah dari siswa bernama Erik, dan lebih dari itu, ia juga  meminta beberapa guru yang sedang merokok di ruang guru untuk mematikan rokoknya. 

Nanang, salah satu guru yang menyambut kedatangan ayah erik, ternyata tidak tahu dengan kondisi Erik, malah menyarankan untuk memaksakan hadir ke sekolah mengikuti UN hari Senin.

Geram dengan respon seperti itu, Dedeng pun membentak semua guru yang ada di ruang guru dan meminta untuk  untuk lebih perhatian pada kondisi siswa yg tidak masuk sekolah karena sakit.

"Makanya tinggali kondisi budak ka imah, masa mau digotong2 ke sekokah ikut UN di sekolah," ujar Dedeng.

Karena pada hari kedua UN atau tanggal 10 Mei pihak sekolah tak juga merespon, akhirnya Dedeng berkeluh kesah pada wartawan, sehingga setelah awak media mendatangi sekolah, perwakilan guru pun berkunjung ke rumah.

Dedeng berharap hal seperti ini cukup terjadi pada anaknya, jangan sampai terjadi pada siswa lain. "Guru harus perhatian terhadap anak-anak didiknya, bila tidak ada yang hadir di sekolah segera respon dan milikilah moral yang baik sebagai guru yang menjadi teladan bagi siswa," ujar Dedeng.

[L/Ddg]

Tidak ada komentar