HNW: Ekspresi Hormat 2 Prajurit TNI Kepada Ulama Harumkan TNI dan Perkuat NKRI


LUGAS
| Jakarta
- "HRS sejak di Mekkah menyatakan beliau tidak memusuhi Pemerintah atau TNI. Ekspresi hormat dua Prajurit itu mestinya tidak berbuntut panjang, tapi harumkan nama TNI dan kuatkan NKRI," kata Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dalam akun @hnurwahid.

Cuitan Hidayat Nur Wahid itu merespon adanya seorang Prajurit TNI Angkatan Udara berinisial Serka BDS diamankan di Rutan Puspom TNI AU, akibat melantunkan lagu selamat datang atau marhaban atas kedatangan Habib Rizieq Shihab pada 10 Nopember 2020 dalam sebuah video berdurasi 25 detik yang dibuat dan diunggahnya sendiri.

Sebuah foto beredar memperlihatkan Serka BDS diborgol layaknya penjahat atau pelaku terorisme sebagai buntut ekspresi penghormatannya kepada Ulama.

"Sekarang sudah ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) POM TNI AU, sedang didalami untuk diselidiki agar tahu apa hukuman yang sesuai dengan yang perbuatannya," kata Kadispen TNI AU (Kadispenau) Marsma Fajar Adriyanto kepada media, Rabu 11 November 2020.

Terhadap Serka BDS dilakukan penyidikan oleh POM TNI karena dinilai telah melanggar disiplin militer.

Begitu juga dengan Serka BDS, Kopda ATY, anggota Kompi A Yonzikon 11 Kodam Jaya, dijatuhi sanksi ringan setelah mengunggah video yang berisi adegan dirinya berteriak 'kami bersamamu Habib Rizieq Shihab' (HRS).

Komandan Polisi Militer (Danpom) Kodam Jaya Kolonel CPM Andrey Swatika Yogaswara menyebut anggota TNI Angkatan Darat tersebut mendapatkan sanksi ringan yang kemungkinan berupa penahanan selama 14 hari.

Pemberian sanksi itu merujuk pada Pasal 8 huruf a Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukuman Disiplin Militer yang mengatur tentang segala perbuatan yang bertentangan dengan perintah kedinasan, peraturan kedinasan, atau perbuatan yang tidak sesuai dengan tata tertib militer.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Fadli Zon mengkritik langkah TNI memberi sanksi prajurit yang mengunggah video bernyanyi untuk menyambut Rizieq. Ia pun meminta TNI tidak memperlakukan prajurit yang menyambut Rizieq seperti kriminal.

"Apa salahnya kalau ada prajurit TNI simpati atas kedatangan ulama besar Habib Rizieq Shihab dari Saudi Arabia setelah 3,5 tahun? Jangan mengirim pesan salah pada publik," kata dia melalui akun Twitter @fadlizon, Kamis (12/11).

Hidayat Nur Wahid (HNW) yang berbalas cuitan dengan Fadli Zon menyebut TNI selalu hormat kepada ulama sejak zaman kemerdekaan. Ia mencontohkannya dengan Jenderal Sudirman yang menghormati K.H. Syubchi Parakan.

Fadli  pun menyatakan akan mempertanyakan kasus ini kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam pertemuan dengan Komisi I DPR. "Nanti akan saya tanyakan ketika ada rapat dengan Panglima TNI di Komisi 1 @DPR_RI."

Lihat juga:
Video TNI Mengaji Hafalan Al Qur'an

Tidak ada komentar