Sempat Terhenti, Pembangunan SUTET O8 Malasilen Dituding Sebabkan Banjir




LUGAS | Sorong - Akibat kurangnya koordinasi pelaksana proyek dengan aparat keamanan,  masyarakat pemilik lahan dan tokoh adat, terjadi insiden pemukulan di lokasi pembangunan jaringan listrik PLN Kota Sorong Papua Barat. Pekerjaan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 08 yang  dikerjakan  oleh PT Wahyu Jaya Gawara (WJG) inipun terhenti.

Peristiwa pemukulan oleh 2 (dua) orang yang menimpa Philipus Naa, diduga dilakukan oleh pemilik lahan. Akibatnya, pelaku berurusan dengan pihak kepolisian.

Akibat peristiwa tersebut, pembangunan proyek terhenti sehingga dilakukan upaya mediasi yang dilaksanakan pada Sabtu (14/10/2020) bertempat di RT02 RW02 Kelurahan Malasilen Distrik Sorong Utara.

Dalam mediasi ini dilakukan para pihak terkait yakni PLN diwakili Pelaksana Lapangan Beni Susanto, Lurah Malasilen Ferdinan Safkaur, Kepala Distrik Sorong Utara Samuel Sesa, Kantibmas Matalagi Bripka Mauri, staf Dinas Lingkungan Hidup, LSM Lingkungan Hidup, tokoh adat dan  masyarakat setempat.

Awalnya, masalah dipicu oleh  pekerjaan awal pembangunan SUTET yang berada diatas sungsi Kalagison, yaitu pengerukan dan penimbunan yang  berakibat menutup aliran sungai. Masyarakat di Kelurahan Malasilen dan Matalagi kena imbas luapan air dan  teremdam beberapa jam. Atas hal tersebut  masyarakat dan adat tidak menerima atas pekerjaan yang dianggap merugikan tersebut.

Pelaksana proyek, Budiman dari PT WJG, mengaku  bersalah dan akan mengganti kerugian akibat banjir yang merendam pemukiman warga akibat proyek yang sedang dilaksanakannya.

Lurah Malasilen menyarankan agar pengerjaan proyek pondasi dikembalikan pada titik awal patok  pada sebidang tanah yang telah dilakukan pembayaran (pembelian) sebagai ganti rugi.

Lurah Malasilen juga memberikan pengertian kepada masyarakat agar tidak memanfaatkan daerah aliran sungai untuk membangun  permukiman karena akan berakibat banjir.

Sementara itu Beni Susanto dari PLN menuturkan pihaknya berupaya mencari solusi  jalan terbaik, agar pembangunan jaringan SUTET berjalan dengan normal. "Dari 43 titik jaringan Sutet hanya di titik 08 di Keluran Malasilen ini yang bermasalah," jelas dia.

Ia menambahkan jaringan SUTET ini menghubungkan ke tempat garam untuk mengatasi pemadaman.

"Semua ini untuk kepentingan masyarakat juga secara keseluruhan," tandasnya.

Pantauan LUGAS,  pekerjaan proyek berjalan kembali setelah sempat terhenti.


Reporter: Sophian HS  | Editor: Mahar Prastowo


Baca juga

Tidak ada komentar