Senkom Tanjabbar Study Tour ke Senkom Batam


LUGAS | Tanjabbar, Jambi - Ketua Sentra Komunikasi (SENKOM) Mitra Polri Kota Batam Edi Sutarto didampingi gaktib Senkom Kota Batam Subiyanto beserta pengurus lainnya  menerima kunker (kunjungan kerja) Senkom Mitra Polri Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Jambi, di kawasan Patam Asri Blok K No. 11, kelurahan Patam Lestari Kecamatan Sekupang Kota Batam Sabtu-Selasa (28-31/01/2023).

Dalam sambutannya Edi Sutarto menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Senkom Tanjab Barat Propinsi Jambi yang menjadikan Senkom kota Batam sebagai tempat saling bertukar pengalaman dan saling bertukar ilmu guna meningkatkan kapasitas anggota kita menuju Senkom yang PRIMA.

Dalam sambutannya ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Jambi Andi Susanta, M.E menceritakan perjalanan menuju Batam yang tak mudah akibat cuaca.

"Kami berangkat dari Pelabuhan Roro Kuala Tungkal kemarin, Sabtu 28 Februari, karena cuaca kurang bersahabat kami baru sampai  di pelabuhan Telaga Punggur Kota Batam setelah sekitar 22 jam berlayar, sangat lumayan lama, Alhamdulillah jadi pengalaman buat kami," tutur Andi Susanta.

"Adapun  program kerja tahun ini untuk Senkom muda akan diadakan touring ke Sumatra Barat dan mendaki puncak gunung Kerinci. Kami berharap nanti ada anggota dari Batam ini yang ikut bergabung," kata Andi

Diceritakan Andi, Senkom Jambi pernah mendapat rekor MURI (Musium Rekor Repuplik Indonesia) sebagai ormas yang pertama dan terbanyak mengadakan pelatihan Water Rescue di danau tertinggi di dunia.




Sementara itu dalam sambutan sekaligus paparannya, pembina Senkom Mitra Polri Kota Batam H. Suratman menjelaskan tentang  kota Batam sebagai daerah ekonomi khusus yang dipimpin seorang Walikota dan kepala otorita.

"Batam ini dirancang oleh Bapak B.J Habibie sebagai daerah ekonomi khusus, untuk pembangunan dari APBD dan APBN yaitu melalui BP Batam," jelas H Suratman.

Lanjutnya, "di sini tanah hanya hak guna bangunan yang berlaku selama 30 tahun dan setelah itu harus diperpanjang, jadi tidak hak milik seperti di Jambi."

Sebagai kawasan ekonomi khusus, barang import yang masuk bebas pajak tapi kalau keluar kena pajak PPN yaaang cukup tinggi yaitu 17,5 %.

"Contohnya mobil di sini murah, kalau dibawa keluar itu kena pajak, tetapi tetap lebih murah dibanding daerah lain," ucap H Suratman.

Dikatakan H Suratman,  hasil pertanian didatangkan dari Jawa dan Sumatra sebab di Batam tidak ada pertanian.

Sementara itu H. Suparno, M.T., selaku pembina Senkom Propinsi Jambi mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas sambutan Senkom Batam.

"Sehingga sempat terpikir kalau Senkom Batam datang ke Jambi mampukah kami menyambut seperti ini," ucap H Suparno.

Dengan potensi pasar di Batam dan potensi komoditas pertanian di Jambi, H. Suparno berharap kedepan bisa dilakukan kerjasama perdagangan melalui para anggota Senkom terdiri dari berbagai latar belakang termasuk petani dan pedagang.

"Karena ada komoditas yang di Jambi ada, tapi di Batam tidak ada, begitu sebaliknya. Yang tujuannya untuk meningkatkan perekonomian anggota, karena anggota Senkom itu kan tidak di gaji tapi harus bergaji," ucap H. Suparno.

H. Suparno juga mengimbau kepada para anggota Senkom untuk mengintesifkan komunikasi melalui SDC (Senkom Digital Communication) terutama untuk kamtibmas, konsolidasi anggota antar daerah, serta bisa meningkat ke pertukaran informasi lainnya.

Tidak ada komentar