Pengenalan Wayang Kulit, Bukti Warga Pondok Melati Cinta Budaya




Sambutan Heni Setiowati Camat Pondok Melati

LUGAS | Kota Bekasi - Wayang kulit adalah satu dari berbagai warisan kebudayaan masa lampau di Indonesia yang masih mampu bertahan dan masih mendapat tempat di hati orang Jawa. Keberlangsungan tradisi pewayangan di Indonesia mendapat perhatian dari PBB sehingga PBB mengeluarkan pengakuan bahwa wayang adalah karya agung dunia.

Sambutan Sudarsono Sekretaris Kecamatan Pondok Melati

Wayang merupakan aset budaya nasional sebagai refleksi kehidupan dengan kandungan nilai-nilai falsafah hidup. Hal ini diungkapkan Sekretaris Kecamatan Pondok Melati Sudarsono kepada LUGAS di Kantornya, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (02/03/2023).

"Wayang merupakan salah satu seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan seni perlambang. Wayang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan. Oleh karena itu wayang dianggap memiliki nilai sangat berharga dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa serta peradaban Indonesia, oleh karena itu dalam kegiatan rutin kamis kreasi hari ini kami mengundang dalang untuk mengenalkan Wayang terutama pada pelajar untuk mengetahui makna dan filosofi yang ada dalam cerita wayang," tutur Sudarsono.

Aksi Ki Dalang Nurhadi Purwaka didampingi Sudarsono Sekretaris Kecamatan Pondok Melati

Kamis Kreasi Warga Pondok Melati Cinta  Budaya yang digelar di Pendopo Kecamatan, dihadiri Camat Pondok Melati Heni Setiowati, Sekretaris Kecamatan Sudarsono, kasie, kasubag dan jajaran staf serta para tokoh, Ki Dalang Nurhadi Purwaka, Guru dan Siswa SMP Negeri 35.

Masih menurut Sudarsono sekretaris Kecamatan Pondok Melati, bahwa kegiatan kamis kreasi sengaja menampilkan kekayaan budaya Indonesia berupa Wayang kulit terutama mengenalkan pada anak-anak SMP dan SMA. 

"Wayang kulit ini adalah cerminan yang berisi pesan-pesan dan memiliki pesan moral yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat. Sehingga dengan memahami cerita wayang, akan mengerti tradisi budaya dan mengetahui nilai kehidupan. Media pendidikan Dalam pendidikan wayang dapat difungsikan untuk pembelajaran budaya sekaligus pendidikan mental yang sangat bermanfaat bagi manusia sebagai makhluk sosial," jelas Sudarsono. 

Sementara Nurhadi Purwaka saat bincang dengan LUGAS menjelaskan  bahwa Wayang adalah sebuah media pembelajaran yang sangat bagus sekali, mengajarkan nilai budi luhur, moral dan nilai bahwa kebaikan itu dimanapun akan menang melawan kejahatan. 

"Ada tiga hal yang bisa dipetik dari Wayang, yaitu tuntunan, tontonan dan tatanan. Orang menonton Wayang itu sekaligus akan mendapatkan penghiburan, petunjuk, nasehat dan pembelajaran tentang kehidupan," tutur Ki Dalang. 

Situasi bangsa dan negara setelah terjadi pandemi Covid-19 menggugah keprihatinan Ki Dalang Nurhadi Purwaka, hal itu yang menginspirasi membuat lakon "Sirna Ilang Memalaning Bumi" Yang artinya hilang dan musnahnya petaka di muka bumi, yaitu Covid-19 atau Corona. Maka dari itu saya memvisualisasikan  tokoh raksasa itu saya anggap sebagai Dityo Kolo Corona yang dikalahkan oleh Bima, yaitu orang yang teguh, kuat, setia, jujur dan senantiasa memelihara kesehatan," jelas Ki Dalang. 

Menurut Nurhadi Purwaka, yang bisa diambil pelajaran dari Wayang adalah tokoh Bima, yang mana pernah diuji oleh gurunya, gurunya ngomong apa saja termasuk mau menjerumuskan, karena Bima yakin, teguh dan percaya justru Bima mendapatkan ilmu. 

"Anak-anakku semua kalau kalian teguh, patuh, taat pada perintah guru kamupun akan menjadi orang seperti Bima." Pesan Ki Dalang Nurhadi Purwaka.



Tidak ada komentar