LUGAS | Bogor, 16 Juli 2025 - Suasana ceria dan penuh kreativitas menyelimuti ruang kelas SMA Plus Putra Melati Ciboda, Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Sebanyak 23 siswa-siswi sekolah ini mengikuti kegiatan pelatihan unik bertema "Pemanfaatan Limbah Jerami Padi Menjadi Produk Aksesori", yang merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) oleh Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FTUNJ).

Pelatihan ini dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2025, dipimpin oleh M. Noer Haryono, M.Pd. selaku ketua tim, bersama dua dosen anggota tim yaitu Dr. Wesnina, M. Sn. dan Florentina B. R. Ginting, M.Pd., yang semuanya berasal dari Program Studi Pendidikan Tata Busana FT UNJ.

Dalam kegiatan ini, para peserta diajak untuk melihat limbah jerami padiyang biasanya dibakar atau dibuang begitu saja sebagai bahan baku kreatif untuk membuat anting, kalung, gelang, hingga bando. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membekali keterampilan, tetapi juga menyampaikan pesan penting: bahwa kreativitas bisa menjadi solusi atas persoalan lingkungan.

"Kami ingin membuka wawasan siswa bahwa jerami bukan sampah, tapi potensi Kita bisa membuat aksesori modis, ramah lingkungan, bahkan bisa dijual. Ini adalah pendidikan karakter, kreativitas, sekaligus pelestarian lingkungan," tutur M. Noer Haryono, M.Pd.

Bagi para siswa, pelatihan ini menjadi pengalaman baru yang menyenangkan. Mereka belajar bagaimana memilih, membersihkan, dan membentuk jerami menjadi bentuk-bentuk artistik yang menarik. Teknik pewarnaan alami dan perakitan sederhana juga diajarkan, sehingga siswa bisa menyelesaikan produknya secara mandiri.

Dr. Wesnina, M. Sn., yang juga merupakan pakar dalam seni dan budaya tradisional, menekankan pentingnya kegiatan seperti ini untuk membangun kesadaran lokal. "Kita mengajarkan siswa untuk mencintai alam dan budaya dengan cara yang aplikatif. Ini bagian dari eco-fashion yang bisa dikembangkan lebih luas."

Sementara itu, Florentina B. R. Ginting, M.Pd., menambahkan bahwa pengolahan jerami seperti ini sangat relevan dengan isu lingkungan saat ini. "Kita tahu bahwa pembakaran jerami bisa menyebabkan polusi udara dan membahayakan kesehatan. Maka, pelatihan ini sekaligus menjadi bentuk edukasi lingkungan yang menyenangkan."

Kegiatan P2M ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala sekolah SMA Plus Putra Melati Ciboda mengapresiasi kolaborasi ini dan berharap kegiatan serupa bisa berlanjut dengan skala lebih luas.

Menariknya, hasil karya siswa rencananya akan ditampilkan dalam kegiatan sekolah berikutnya sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Tidak menutup kemungkinan, ke depan akan muncul unit kewirausahaan siswa berbasis limbah jerami

Dengan kegiatan seperti ini, UNJ tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan. tinggi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendorong kreativitas, lingkungan bersih, dan pemberdayaan generasi muda melalui praktik nyata.