LUGAS | Jakarta — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nasional (UNAS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pintu Gerbang Pancasila, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025) sore.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB itu diikuti tujuh mahasiswa, dengan koordinator lapangan Sholihin dan Bily Saputra. Massa datang menggunakan sepeda motor dan langsung berorasi di depan gerbang DPR.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa pengeras suara portabel dan menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka menyoroti kinerja DPR RI serta menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapatkan “rapor merah”.

Beberapa poin utama yang disampaikan yakni desakan agar DPR dibubarkan, evaluasi transparansi anggaran parlemen, serta tuntutan agar mantan presiden Joko Widodo diadili.

“Kami meminta DPR RI melakukan evaluasi kinerja. Banyak kebijakan diputuskan tanpa melibatkan aspirasi rakyat,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Mereka juga mengkritik sikap anggota dewan yang dianggap tidak mencerminkan kepedulian terhadap publik. “Kami melihat video anggota DPR berjoget dalam rapat paripurna saat membahas tunjangan dan gaji. Itu mencederai hati rakyat. Oleh karena itu, kami menuntut transparansi anggaran DPR RI,” lanjut orator.

Meski menyampaikan kritik keras, mahasiswa tetap menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang mengawal aksi dengan tertib. “Terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah mengawal jalannya aksi sore ini,” kata salah seorang peserta aksi.

Aksi berlangsung sekitar 20 menit. Pada pukul 16.52 WIB, massa membubarkan diri dengan tertib. Situasi di sekitar Kompleks Parlemen tetap terkendali.


Laporan: Dani Prasetya | Editor: Mahar Prastowo