LUGAS | Bogor — Hujan yang turun sejak pagi, Minggu (21/12/2025), tidak menyurutkan langkah jamaah untuk menghadiri pengajian rutin pembinaan umat yang diselenggarakan Yayasan Baitul Kabir Al Haq di Masjid Baitul Kabir. Justru di bawah rintik hujan itu, pesan-pesan ukhuwah dan keikhlasan disampaikan dengan nada yang menyejukkan—seolah mengajak jamaah merenungi kembali tujuan beragama: meraih ridha Allah SWT.

Dalam nasihatnya, H. Ahmad Yani R menegaskan bahwa kerukunan umat bukan sekadar slogan sosial, melainkan amal yang harus diniatkan semata-mata karena Allah. 
 
“Jika niatnya lillah, maka balasannya bukan hanya ketenteraman di dunia, tetapi pahala yang tinggi dan kebersamaan sebagai keluarga di akhirat—menjadi ahli surga,” ujarnya. 
 
Pesan itu sejalan dengan firman Allah SWT, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” (QS. Al-Hujurat: 10), yang menegaskan bahwa persaudaraan iman menuntut ikhtiar lahir dan batin dalam bingkai hidayah-Nya.
 


Kajian Al-Qur’an kemudian disampaikan oleh Ustadz H. Ujang Maulana Yusuf, yang mengupas Surat Al-Waqi’ah. Ia mengajak jamaah menumbuhkan syukur sebagai fondasi iman: menyadari keteraturan ciptaan Allah, rezeki yang ditakar, dan kepastian hari akhir. 
 
“Syukur bukan hanya di lisan, tetapi tercermin dalam ketaatan,” tuturnya, seraya mengaitkan ayat-ayat Al-Waqi’ah dengan sikap rendah hati manusia di hadapan ketetapan Allah.

Sementara itu, kajian hadits disampaikan oleh Ustadz H. Daruki. Ia mengingatkan kaidah dasar pertanggungjawaban amal: setiap kebaikan dan keburukan akan kembali kepada pelakunya. Pesan ini ditegaskan dengan dalil Al-Qur’an, “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya)” (QS. Az-Zalzalah: 7–8). 
 
Dalam perspektif hadits, ia menekankan bahwa amal saleh memberi manfaat langsung bagi diri, sedangkan amal buruk menjadi beban yang memberatkan di kemudian hari.

Pengajian berlangsung khidmat hingga selesai. Hujan yang mengiringi acara justru menjadi saksi semangat jamaah—sebuah penegasan bahwa ketika niat diluruskan karena Allah, rintangan berubah menjadi penguat. Dari Masjid Baitul Kabir, pesan sederhana namun mendalam itu bergema: kerukunan, syukur, dan amal saleh adalah jalan lurus yang menuntun umat menuju keselamatan dunia dan akhirat. 
 
Tim pengamanan kegiatan dari Senkom Mitra Polri. (Foto: Jumanto)

 
 Laporan: Jumanto | Editor: Mahar Prastowo