LUGAS | Semarang – Penampilan seni koreografer dari 35 pesilat berprestasi PERSINAS ASAD Provinsi Jawa Tengah sukses memukau para tamu undangan dan hadirin dalam acara Pengukuhan Pencak Silat Militer (PSM) di wilayah Kodam IV/Diponegoro, yang digelar di GOR Patriot Makodam IV/Diponegoro, Jumat (6/2/2026).
Puluhan pesilat tersebut tampil dalam sebuah koreografi seni pencak silat kolosal bersama Ketua Bidang Seni Silat Tradisi Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Tengah, H. Suharno. Gerakan yang tertata rapi, penuh tenaga, serta sarat nilai filosofi pencak silat, yang menampilkan koreografer yang dikolaborasikan dengan gerak, cerita, kolosal untuk meraih prestasi menjadi daya tarik tersendiri dan mendapat apresiasi luas dari para pejabat TNI serta undangan yang hadir.
Penampilan ini menjadi bagian dari rangkaian acara Pengukuhan Ketua Pengurus Provinsi Jawa Tengah dan DIY, Pengcab, serta Ranting PSM di wilayah Kodam IV/Diponegoro. Selain menunjukkan kemampuan teknis dan artistik, koreografi tersebut juga menegaskan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang hidup, dinamis, dan relevan dengan pembinaan karakter serta kedisiplinan prajurit.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, bersama Sekretaris Pengprov Kuspiyoto, turut hadir sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pencak silat, khususnya sinergi antara perguruan silat dan lingkungan militer.
Acara pengukuhan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Jasmani Angkatan Darat (Kadisjasad) Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah, S.Sos., M.H., M.Han, serta dihadiri jajaran pejabat utama Kodam IV/Diponegoro, pimpinan IPSI Jawa Tengah dan DIY, serta perwakilan berbagai perguruan pencak silat di wilayah Jawa Tengah dan DIY, termasuk PERSINAS ASAD.
Ketua Umum Pengprov Pencak Silat Militer (PSM), Suharyanto, S.Sos., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perguruan silat yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan tersebut.
“Kami berharap PSM dan perguruan-perguruan silat di wilayah Kodam IV/Diponegoro ke depan dapat terus bersinergi dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus dilestarikan. “Sinergi dan kolaborasi antarperguruan menjadi kunci dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, menegaskan bahwa pencak silat memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai sarana pembinaan fisik, mental, dan karakter.
“PERSINAS ASAD mendukung penuh pembinaan Pencak Silat Militer sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri bangsa serta memperkuat disiplin dan ketahanan fisik prajurit,” tegasnya.
Melalui penampilan seni koreografer ini, PERSINAS ASAD Jawa Tengah berharap pencak silat semakin dikenal luas sebagai olahraga prestasi, seni budaya, dan identitas bangsa Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan silat dan institusi TNI. (Rizal PM)
Tidak ada komentar