Foto: Kolase dok. Taliabukab/ist.



LUGAS | PULAU TALIABU — Koordinator Front Pemuda Taliabu, Lifinus Setu, mengecam pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pulau Taliabu, Darmanto, yang membantah sorotan media terkait keberadaan Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L. Mus, yang dinilai jarang berada di daerah.

Sebelumnya, Darmanto menyampaikan bahwa keberadaan bupati di Jakarta bukan tanpa alasan. Menurut dia, bupati tengah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah pusat guna memastikan program strategis daerah dapat masuk dalam program strategis nasional.

“Langkah tersebut dilakukan untuk membawa perubahan di Kabupaten Pulau Taliabu, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah,” ujar Darmanto dalam pernyataan resminya.

Ia menjelaskan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menuntut kepala daerah lebih aktif bergerak di level pusat. “Agar proyek-proyek besar di sektor infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan dapat segera terealisasi tanpa harus membebani APBD secara berlebihan,” kata Darmanto, M.Pd.

Namun, Lifinus menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia menyebut, penjelasan Plt Kadis Kominfo justru terkesan sebagai pembelaan untuk menutupi lemahnya kinerja bupati.

“Pernyataan Kadis Kominfo ini hanya untuk menutupi kesalahan bupati yang berbulan-bulan berada di Jakarta. Ini sekadar upaya menghindari sorotan publik dan malah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat Taliabu,” tegas Lifinus, Jumat (30/1).

Menurut Lifinus, seharusnya Dinas Kominfo menyampaikan fakta apa adanya kepada publik. Ia bahkan menyarankan agar pejabat tersebut lebih baik tidak memberikan pernyataan jika tidak didukung data dan bukti konkret.

“Masyarakat Taliabu tahu betul kondisi sebenarnya. Semua orang paham kalau bupati memang tidak nyaman tinggal di Taliabu,” ujarnya.

Lifinus juga menyinggung belum adanya kemajuan signifikan di Pulau Taliabu sejak bupati dilantik pada 26 Mei 2025. Ia mencontohkan kondisi infrastruktur dasar yang masih memprihatinkan.

“Kerusakan jalan dalam kota saja dibiarkan begitu saja sampai sekarang. Itu fakta di depan mata. Informasi soal keberadaan bupati di Jakarta yang diklaim membawa hasil, menurut saya hanya mengada-ada,” katanya dengan nada geram.

Ia menambahkan, setelah kembali aktif, bupati semestinya segera kembali ke Taliabu untuk memimpin langsung jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah. Menurut dia, keberadaan bupati di Jakarta sejauh ini belum menunjukkan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.

“Kalau kita amati lewat media sosial pribadi bupati, baik TikTok maupun Instagram, yang ditampilkan justru sebatas pencitraan. Isinya repost kegiatan seremonial yang dilakukan pimpinan OPD di Taliabu,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu belum memberikan tanggapan lanjutan atas kritik Front Pemuda Taliabu tersebut.


Laporan: Sumpono | Editor: Mahar Prastowo