LUGAS | BITUNG — Sore yang teduh menyelimuti halaman Masjid Ribaathul Quluub di Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, ketika rombongan manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Cabang Bitung tiba, Rabu (4/3/2026). Di tengah denyut aktivitas pelabuhan yang tak pernah benar-benar berhenti, 100 paket takjil diserahkan kepada jemaah yang bersiap menunaikan berbuka puasa.
Penyerahan dilakukan langsung oleh General Manager Capt. James David Hukom kepada Imam Masjid, Drs. H. A. R. Kaluku. Bagi warga sekitar, bingkisan sederhana itu bukan sekadar makanan pembatal puasa, melainkan tanda bahwa ada yang peduli pada mereka yang sering luput dari sorotan—para pekerja harian, musafir, dan keluarga sederhana yang menggantungkan hidup dari sektor informal di sekitar pelabuhan.
“Pemberian boleh saja sederhana, tetapi nilai keberkahannya insyaallah besar. Terutama bila ditujukan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang fakir dan membutuhkan,” ujar Capt. James. Ia menegaskan, kepedulian sosial bukan agenda seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab moral perusahaan negara kepada lingkungan sekitarnya.
Imam masjid, Drs. H. A. R. Kaluku, menyampaikan apresiasi atas perhatian tersebut. “Beruntunglah orang-orang yang diberi kelapangan hati untuk berbagi. Apa yang diberikan hari ini mungkin tidak besar secara materi, tetapi sangat berarti bagi yang menerima,” katanya. Ia menambahkan, Ramadan adalah momentum menguji kepekaan sosial—siapa yang hadir bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai penolong.
Dalam tradisi masyarakat pesisir seperti Bitung, relasi antara pelabuhan dan warga bukan sekadar hubungan ekonomi. Ada harapan agar keberadaan korporasi besar turut menghadirkan empati sosial. Di bulan suci, ukuran itu menjadi lebih jernih: bukan pada seberapa banyak yang dimiliki, melainkan seberapa tulus yang dibagikan.
Kegiatan ditutup dengan doa dan silaturahmi singkat. Di antara riuh anak-anak dan senyum para orang tua, pesan itu terasa sederhana namun dalam—bahwa setiap pemberian yang meringankan beban sesama, sekecil apa pun, adalah jejak kebaikan yang tak pernah sia-sia.
