LUGAS | SURABAYA — Tangan-tangan kecil itu sibuk mewarnai gambar celengan dan berbagai profesi impian mereka. Di sudut lain, beberapa anak tampak antusias mengangkat tangan saat diminta menjawab pertanyaan sederhana: mana yang termasuk kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan. Suasana hangat dan penuh keceriaan itu mewarnai kegiatan edukasi literasi keuangan bertajuk “Save Money, Happy Future: Edukasi Menabung Sejak Dini Melalui Kegiatan Kreatif di Panti” yang digelar di LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu, Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung pada 2 Mei 2026 tersebut diikuti oleh 17 anak berusia 5 hingga 11 tahun. Program ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Akuntansi Bela Negara yang diikuti mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Bagi anak-anak, menabung mungkin terdengar seperti hal sederhana. Namun, di balik kebiasaan kecil menyisihkan uang saku, tersimpan pelajaran penting tentang disiplin, tanggung jawab, dan perencanaan masa depan. Kesadaran itulah yang ingin ditanamkan oleh tim mahasiswa melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Tim pengabdian masyarakat tersebut dipimpin oleh Samdova Octoriska Rahmadityan bersama Devi Ayunda Nur Aini, Rahma Choirunnisya Rizqiane, dan Muchamad Dimas Farobi, di bawah bimbingan Dr. Dra. Ec. Erna Sulistyowati, M.M., CIBA, CBV serta Armizha Rahmatika S.A., M.A.
Pemilihan LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selain letaknya yang relatif dekat dengan kampus, lembaga tersebut dinilai sesuai dengan tujuan program yang berfokus pada penguatan literasi keuangan nonformal bagi anak-anak yang sedang berada dalam masa pembentukan karakter.
Melalui berbagai aktivitas interaktif, para mahasiswa berupaya mengenalkan konsep dasar pengelolaan keuangan kepada anak-anak. Materi disampaikan melalui edukasi tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan, simulasi menabung menggunakan uang mainan, lomba mewarnai bertema menabung dan cita-cita, pemutaran film edukasi, hingga kuis interaktif yang diselingi hadiah.
Pendekatan belajar sambil bermain dipilih agar materi yang relatif abstrak bagi anak-anak dapat diterima dengan lebih mudah. Alih-alih memberikan ceramah panjang, mahasiswa mengajak peserta mengalami langsung bagaimana membuat keputusan sederhana terkait penggunaan uang.
Hasilnya mulai terlihat selama kegiatan berlangsung. Pada sesi kuis, anak-anak mampu mengidentifikasi mana pengeluaran yang termasuk kebutuhan pokok dan mana yang merupakan keinginan. Pemahaman tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat sejak usia dini.
Tidak hanya itu, melalui kegiatan mewarnai, anak-anak juga diajak menghubungkan kebiasaan menabung dengan impian masa depan mereka. Sebagian menggambar profesi yang ingin diraih, sementara yang lain menuliskan benda atau tujuan yang ingin dicapai melalui kebiasaan menyisihkan uang secara rutin.
Bagi penyelenggara, perubahan kecil semacam itu menjadi indikator penting bahwa literasi keuangan tidak harus diajarkan melalui konsep-konsep rumit. Justru melalui pengalaman yang dekat dengan keseharian anak, nilai-nilai pengelolaan keuangan dapat tumbuh secara alami.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pihak LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu. Perwakilan mitra, M. Ainul Yaqin Ahsan, M.Pd.I., menyambut baik kolaborasi yang dilakukan bersama mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur.
"Pihak Panti Asuhan Muhammadiyah Medokan Ayu selaku mitra kegiatan bersedia bekerja sama dalam pelaksanaan program ini," ujar Ainul.
Bagi lembaga pengasuhan anak, program semacam ini dinilai memberikan manfaat tambahan yang tidak selalu diperoleh melalui pendidikan formal. Selain mengenalkan konsep menabung, kegiatan tersebut juga membantu membangun karakter disiplin dan tanggung jawab dalam mengelola sumber daya yang dimiliki.
Di tengah meningkatnya kompleksitas kehidupan ekonomi, kemampuan mengelola keuangan sejak usia dini menjadi keterampilan yang semakin penting. Anak-anak yang memahami nilai uang dan pentingnya perencanaan keuangan cenderung memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Karena itu, tim mahasiswa berharap kebiasaan positif yang telah diperkenalkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Mereka ingin anak-anak terus mempraktikkan kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari, sekecil apa pun jumlahnya.
Lebih jauh, program ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Melalui interaksi sederhana, permainan, dan percakapan yang menyenangkan, nilai-nilai penting tentang masa depan dapat ditanamkan sejak dini.
Di aula sederhana LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu sore itu, pelajaran tentang uang bukan sekadar soal angka dan tabungan. Ia menjelma menjadi cerita tentang harapan, cita-cita, dan keyakinan bahwa masa depan yang lebih baik dapat dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dimulai hari ini.
Galeri








