Sejak pukul 06.00 WIB, area salat mulai dipenuhi jamaah dari berbagai usia. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berdatangan dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Panitia terlihat sigap mengatur barisan salat agar shaf jamaah tetap rapi dan lurus, sebagai bagian dari upaya menjaga kekhusyukan ibadah.
“Alhamdulillah persiapan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban sudah 100 persen. Lokasi Planet Plaza dipilih karena strategis, luas, serta didukung fasilitas yang memadai untuk jamaah,” ujarnya.
Menurut Sumartiyo, pelaksanaan salat Idul Adha tahun ini mengikuti ketetapan pemerintah, sementara lokasi dipilih berdasarkan kebutuhan kapasitas jamaah yang terus meningkat.
Ketua PC LDII Bekasi Utara, Tugiono, menuturkan bahwa halaman Planet Plaza telah beberapa kali digunakan sebagai lokasi pelaksanaan salat hari besar Islam, termasuk Salat Idul Fitri.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama dengan pihak Planet Plaza dan dukungan berbagai pihak, pelaksanaan Salat Idul Adha berlangsung lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan,” kata Tugiono.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan bentuk pembelajaran tentang ketaatan dan pengorbanan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS.
“Umat Islam dapat mengambil keteladanan Nabi Ibrahim tentang ketulusan dan kecintaan kepada Allah SWT, bahkan ketika harus mengorbankan sesuatu yang paling dicintai,” ujarnya.
Nilai keimanan, ketakwaan, dan kepatuhan kepada Tuhan, menurut Tugiono, semestinya terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui penghormatan terhadap norma sosial dan empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
“Marilah kita laksanakan kurban dengan landasan ketakwaan. Kita niatkan kurban semata-mata lillahi ta’ala, bukan sekadar agar bisa menikmati daging kurban,” tuturnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan, ibadah kurban merujuk pada kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai simbol ketaatan tertinggi kepada perintah Allah. Dari kisah tersebut, umat Islam diajak memahami bahwa pengorbanan sejati berakar pada ketulusan hati dan kesediaan menempatkan nilai spiritual di atas kepentingan duniawi.
Pelaksanaan Salat Idul Adha turut dihadiri pembina dan pengurus LDII Bekasi Utara, tokoh masyarakat, unsur Senkom Mitra Polri, pengurus yayasan, hingga warga sekitar. Kegiatan juga melibatkan remaja LDII Teluk Pucung dan Karang Satria serta dukungan DKM, yayasan, dan berbagai elemen masyarakat.
Di balik keramaian hari raya, pesan utama yang terus digaungkan ialah bahwa Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga menyembelih ego, menumbuhkan empati, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Bagi sebagian jamaah, kebersamaan yang terjalin sejak persiapan salat hingga distribusi kurban menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan berbagi masih hidup di tengah masyarakat perkotaan. Itulah makna Idul Adha yang terus dijaga: menghadirkan ketakwaan yang tercermin melalui kepedulian sosial.




