LUGAS | MINAHASA UTARA — Deru molen dan denting sekop memecah suasana di tepian Sungai Tinaan, Kelurahan Airmadidi Bawah, Kecamatan Airmadidi, Rabu, 13 Mei 2026. Di tengah pembangunan Jembatan Perintis Garuda, personel TNI dari Koramil 1310-06/Airmadidi tampak menyatu bersama warga dan pekerja. Tidak sekadar mengawasi, para Babinsa turun langsung mengaduk campuran semen, pasir, dan kerikil untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang dinilai vital bagi mobilitas masyarakat.
Kegiatan itu dipimpin Serka Roi Meray. Sejak pagi, proses pekerjaan difokuskan pada penggalian pondasi titik nol hingga pengecoran pondasi tapak jembatan. Sejumlah warga terlihat bergantian membantu mengangkat material, sementara personel Babinsa ikut bekerja di area pengecoran tanpa sekat dengan masyarakat.
Pemandangan itu menghadirkan wajah lain dari tugas teritorial TNI. Di lokasi pembangunan, atribut kepangkatan nyaris tak terlihat menonjol. Yang tampak justru pola kerja kolektif antara aparat dan masyarakat.
“Pangkat dan jabatan mungkin akan ditinggalkan di gerbang purna tugas, namun kebaikan yang kita tanam di hati rakyat akan menjadi prasasti yang takkan pernah lekang oleh waktu,” ujar Serka Roi Meray di sela kegiatan.
Menurut dia, keterlibatan Babinsa bukan hanya soal membantu pembangunan fisik, tetapi juga menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat. Apalagi jembatan tersebut diproyeksikan menjadi akses penghubung penting bagi warga Airmadidi Bawah dan sekitarnya.
Dari sisi teknis, pembangunan Jembatan Perintis Garuda melibatkan penggunaan material dalam jumlah besar. Puluhan sak semen, besi ulir dan polos, hingga material pengeras cor digunakan untuk memperkuat struktur pondasi agar memiliki daya tahan jangka panjang.
Komandan Kodim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, mengatakan keterlibatan Babinsa dalam pembangunan infrastruktur masyarakat merupakan bagian dari pengabdian TNI di wilayah binaan.
“Kehadiran Babinsa di lokasi pembangunan merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat. Tidak hanya melakukan pendampingan, tetapi juga ikut bekerja bersama warga dan para pekerja, mulai dari mengaduk campuran semen, pasir dan kerikil hingga membantu percepatan pembangunan jembatan,” kata Dandim.
Ia menegaskan, pola kerja bersama antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan di daerah. Menurut dia, keberadaan Babinsa di lapangan diharapkan memperkuat hubungan emosional dengan warga sekaligus mempercepat penyelesaian proyek yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
“Babinsa harus selalu aktif dan hadir di tengah masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, diharapkan hubungan emosional antara TNI dan rakyat semakin kuat, sekaligus mempercepat pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
