Wali Kota Hengky Honandar Bacakan Deklarasi Damai, Perkuat Persatuan di Momentum Harkitnas



LUGAS | BITUNG — Semangat persatuan, toleransi dan keberagaman mewarnai pelaksanaan Parade Adat Nusantara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/05/2026), di Kota Bitung. 


Kegiatan yang dibuka langsung oleh Dansatrol Kodaeral VIII Bitung Marvill Marfel Frets., E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP., itu mengambil start dari Lapangan Satrol Kodaeral VIII dan finis di Lapangan Upacara Kantor Pemerintah Kota Bitung, sekaligus dirangkaikan dengan pembacaan serta penandatanganan Deklarasi Damai oleh unsur pemerintah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan berbagai elemen masyarakat Kota Bitung.


Dalam deklarasi tersebut, seluruh elemen masyarakat menyatakan sikap menolak segala bentuk kekerasan, provokasi, ujaran kebencian serta tindakan yang dapat memecah persatuan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga berkomitmen menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog, musyawarah dan jalur hukum yang berlaku secara adil dan bermartabat.

Deklarasi itu juga mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan kedamaian di tengah kehidupan sosial yang majemuk serta menolak penyebaran berita bohong, fitnah dan informasi yang tidak benar, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini dimaknai sebagai ajakan memperkuat semangat toleransi antarumat beragama, mempererat persaudaraan lintas suku dan budaya, sekaligus menjaga Kota Bitung sebagai rumah bersama yang aman dan harmonis.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Bitung, organisasi masyarakat, lembaga adat, pelajar hingga komunitas budaya dari berbagai daerah. Parade budaya menampilkan ragam pakaian adat Nusantara, tarian tradisional dan atraksi budaya yang menjadi simbol keberagaman masyarakat Kota Bitung.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Majelis Adat Budaya Tonsea Minahasa bersama Angkatan Muda MABTM juga melaksanakan prosesi pengukuhan gelar adat kepada sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda Kota Bitung.

Mereka yang menerima gelar adat antara lain Wali Kota Hengky Honandar, Wakil Wali Kota Randito Maringka, Kapolres Albert Zai, Dansatrol Kodaeral VIII Kolonel (P) Marvill Marfel Frits, serta Dandim 1310 Bitung Letkol Infanteri Dewa Made D. J.


Penandatanganan deklarasi damai yang dilakukan bersama seluruh unsur masyarakat tersebut menjadi simbol penguatan komitmen menjaga stabilitas daerah serta mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bitung.

Dengan mengusung semangat “Torang Samua Basudara”, kegiatan Parade Adat Nusantara dan Deklarasi Damai diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial serta membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai dan bermartabat di Kota Bitung.




0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1