Ajang olahraga tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80. Setelah sebelumnya sukses menggelar Turnamen Mini Soccer Kapolresta Cup I, Polresta Tangerang kembali memilih olahraga sebagai medium untuk mempererat hubungan antarpersonel.
Di tengah rutinitas tugas kepolisian yang padat dan penuh tantangan, lapangan bulutangkis menjadi ruang yang berbeda. Di sana, pangkat dan jabatan seakan melebur dalam semangat yang sama: berkompetisi secara sehat dan membangun solidaritas.
Turnamen yang berada di bawah naungan Kapolresta Tangerang, Kombes Pol. H. Andi M. Indra Waspada Amirulloh, itu akan melibatkan peserta dari berbagai bagian, satuan, seksi, hingga polsek jajaran. Namun, lebih dari sekadar mencari pemenang, turnamen ini menjadi sarana memperkuat ikatan emosional di antara anggota.
Menurut Kapolresta Tangerang, peringatan HUT Bhayangkara tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial. Berbagai aktivitas positif yang menumbuhkan kekompakan dan kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang sehat.
"Melalui olahraga, kita belajar tentang disiplin, kerja sama, semangat juang, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut sangat penting dalam mendukung tugas-tugas kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Bulutangkis sendiri bukan olahraga yang asing bagi masyarakat Indonesia. Dari kampung hingga kota besar, dari halaman rumah hingga arena profesional, olahraga ini telah menjadi bagian dari budaya yang menyatukan berbagai kalangan. Semangat itulah yang ingin dihadirkan dalam Kapolresta Cup.
Kesuksesan turnamen mini soccer sebelumnya menjadi modal optimisme panitia. Mereka berharap atmosfer kompetitif yang sehat kembali tercipta di arena bulutangkis.
Warna tersendiri dalam penyelenggaraan kali ini hadir melalui sosok Kholid Rizki Abdillah. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai guru di Bina Pekerti Boarding School, pembina santri di Pondok Budi Mulia, serta anggota aktif Senkom Mitra Polri Kabupaten Tangerang itu kembali dipercaya menjadi komentator pertandingan.
Kepercayaan tersebut bukan tanpa alasan. Pada Turnamen Mini Soccer Kapolresta Cup I, Kholid dinilai mampu membangun suasana pertandingan yang hidup dan komunikatif. Kehadirannya menjadi jembatan yang menghubungkan semangat kompetisi dengan antusiasme para peserta maupun penonton.
Bagi Polresta Tangerang, olahraga bukan semata soal menang dan kalah. Di balik setiap reli panjang, setiap smash yang keras, dan setiap poin yang diperebutkan, terdapat nilai-nilai persaudaraan yang ingin terus dipelihara.
Mengusung semangat "Polri untuk Masyarakat", Turnamen Bulutangkis Kapolresta Cup diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, soliditas, dan kebersamaan antaranggota Polri. Sebab pada akhirnya, kemenangan terbesar dari sebuah turnamen bukan hanya lahirnya seorang juara, melainkan tumbuhnya rasa saling percaya dan kebersamaan yang akan terus terbawa dalam pengabdian kepada masyarakat.
Di lapangan, para peserta memang akan bertanding. Namun di luar lapangan, mereka sedang merawat satu hal yang tak kalah penting: persaudaraan.
Laporan: Ardi | Editor: Mahar Prastowo

