LUGAS | BITUNG — Tradisi Pedang Pora kembali mengiringi pergantian pucuk pimpinan di Polres Bitung, Kamis, 9 Juli 2026. Setelah resmi memasuki Markas Polres Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., beserta Ketua Bhayangkari Cabang Bitung, Ny. Hikma Arie Sulisty, disambut melalui rangkaian prosesi adat Minahasa yang sarat makna.
Penyambutan diawali dengan Tarian Kabasaran sebagai simbol penghormatan kepada pemimpin baru, dilanjutkan pengalungan bunga oleh Polisi Cilik (Pocil), jajar kehormatan, serta prosesi Pedang Pora yang menjadi tradisi dalam penyambutan pejabat utama di lingkungan Polri. Didampingi Wakapolres Bitung Kompol JH Daniel Korompis, S.E., Kapolres kemudian menyalami satu per satu pejabat utama, para perwira, bintara, ASN, dan seluruh personel Polres Bitung.
Di penghujung prosesi, suasana berubah haru ketika mantan Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bitung periode sebelumnya, Ny. Detta Albert Zai, dilepas meninggalkan Mako Polres Bitung. Dengan iringan Pedang Pora, keduanya melangkah melewati barisan personel menuju kendaraan dinas. Sejumlah anggota tampak tak kuasa menahan haru, begitu pula keluarga besar Bhayangkari dan awak media yang mengikuti seluruh rangkaian acara.
Prosesi itu menandai berakhirnya masa pengabdian AKBP Albert Zai di Kota Bitung sekaligus dimulainya estafet kepemimpinan AKBP Arie Sulistyo Nugroho.
Usai penyambutan, AKBP Arie langsung menggelar tatap muka perdana dengan seluruh personel. Dalam arahannya, ia meminta seluruh anggota mempertahankan soliditas yang telah dibangun serta mendukung kepemimpinan baru sebagaimana mereka mendukung Kapolres sebelumnya.
"Saya berharap rekan-rekan dapat bekerja sama dan membantu saya sebagaimana membantu Kapolres sebelumnya. Saya yakin personel Polres Bitung adalah orang-orang terbaik yang mendapat kepercayaan untuk bertugas di kota ini," ujarnya.
Menurut Arie, penugasan di Polres Bitung merupakan amanah yang harus dijawab dengan kinerja dan integritas. Ia mengingatkan seluruh personel agar menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Atensi utama yang disampaikan Kapolres adalah kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Penekanan itu, kata dia, merupakan arahan langsung Kapolda Sulawesi Utara menyusul sejumlah peristiwa yang menjadi perhatian institusi Polri.
Arie menegaskan setiap tindakan kepolisian, baik di lapangan maupun administrasi, wajib dilaksanakan sesuai ketentuan. SOP, menurutnya, bukan sekadar prosedur kerja, melainkan menjadi perlindungan hukum bagi anggota dalam menjalankan tugas.
Ia juga meminta seluruh personel terus meningkatkan kapasitas melalui penguasaan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Menurutnya, anggota Polri dituntut memahami aspek hukum secara utuh karena masyarakat kini semakin kritis dan memahami hak-haknya.
"Saya sendiri sampai sekarang masih terus belajar. Tidak ada yang paling hebat. Karena itu saya membuka ruang bagi seluruh personel untuk memberikan masukan dan saran demi kemajuan Polres Bitung," katanya.
Selain menekankan profesionalisme, Kapolres juga mengingatkan kesiapan jajaran terhadap pelaksanaan program SPPG yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Ia meminta pejabat terkait segera melakukan koordinasi agar seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana.
Perhatian lain diarahkan pada program ketahanan pangan. Menurut Arie, Polres Bitung dipersiapkan menjadi tuan rumah panen raya yang rencananya akan dihadiri Kapolda Sulawesi Utara. Seluruh personel diminta memastikan seluruh persiapan berjalan optimal.
Menutup arahannya, AKBP Arie mengajak seluruh personel menjaga kekompakan, meningkatkan disiplin, menjunjung profesionalisme, serta memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman terbaik kepada masyarakat Kota Bitung. Baginya, keberhasilan kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh seorang Kapolres, melainkan oleh kekompakan seluruh personel yang bekerja sebagai satu kesatuan.




