LUGAS | BITUNG — Pelayanan kesehatan gratis menyentuh masyarakat Kota Bitung melalui RLI Roadshow Kesehatan Primer 100 #Session17 di Sulawesi Utara. Mengusung tema “SDM Unggul, Bitung Sehat dan Harmonisasi”, kegiatan berlangsung di Rumah Sakit Pratama Kota Bitung, Jumat, 14 Agustus 2026.
Roadshow yang digelar Yayasan Rumah Lukaku Indonesia tersebut menghadirkan sejumlah layanan kesehatan bagi masyarakat. Mulai dari Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan dan pengobatan umum, pemeriksaan mata, layanan kacamata, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan kaki diabetes, Doppler, hingga konsultasi perawatan luka akut dan kronis.
Salah satu layanan yang mendapat perhatian adalah sunatan massal gratis. Yayasan Rumah Lukaku Indonesia menurunkan tim profesional untuk memberikan pelayanan sunatan dengan metode laser. Layanan ini menjadi bagian dari upaya membawa pelayanan kesehatan lebih dekat kepada masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan akses pelayanan secara langsung.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Pemerintah Kota Bitung Benny Lontoh, yang hadir mewakili Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E. Dalam sambutannya, Benny menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Rumah Lukaku Indonesia, tenaga kesehatan, panitia dan seluruh pihak yang terlibat.
“Pemerintah Kota Bitung menyambut baik kegiatan pelayanan kesehatan seperti ini. Kehadiran Rumah Lukaku Indonesia memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, karena kesehatan merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul,” ujar Benny.
Menurut Benny, pembangunan kesehatan membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Pemerintah daerah, organisasi sosial, fasilitas kesehatan dan tenaga medis perlu bergerak bersama agar akses pelayanan tidak hanya terpusat pada fasilitas tertentu, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Panitia Penyelenggara Rukman Rasyid, S. Sos., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Beragam layanan disiapkan agar warga dapat memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus memperoleh informasi dan konsultasi dari tenaga profesional.
“Kami ingin kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Karena itu, berbagai layanan kami hadirkan dalam satu tempat, sehingga warga bisa memeriksakan kondisi kesehatannya sekaligus mendapatkan konsultasi dari tenaga profesional,” ujar Rukman.
Dari pihak fasilitas kesehatan, Direktur RSUD Pratama Kota Bitung yang dalam kegiatan tersebut diwakili dr. Megawati menyambut baik pelaksanaan roadshow. Menurutnya, rumah sakit tidak hanya berperan ketika masyarakat sudah sakit, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif.
“Kami tentu menyambut baik kegiatan seperti ini. Rumah sakit bukan hanya tempat masyarakat datang ketika sudah sakit, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif. Dengan adanya kegiatan pemeriksaan dan edukasi kesehatan, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya mendeteksi penyakit sejak dini,” ujar dr. Megawati.
Layanan mata juga menjadi salah satu perhatian dalam roadshow tersebut. Lansia berusia 60 tahun ke atas mendapatkan pemeriksaan mata dan kacamata sesuai ukuran secara gratis, sedangkan masyarakat pra-lansia di bawah 60 tahun mendapatkan subsidi kacamata sesuai hasil pemeriksaan.
Dalam sesi doorstop bersama awak media seusai kegiatan, Ketua Umum Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Ns. Faris Sindring, S.Kep., M.Kep., mengatakan pelayanan kesehatan bersama pemerintah daerah merupakan bentuk kepedulian untuk menghadirkan akses kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Yang kami lakukan bersama pemerintah daerah adalah bagaimana pelayanan kesehatan bisa benar-benar hadir di tengah masyarakat. Kami ingin menjangkau masyarakat secara langsung, baik anak-anak, kaum muda maupun kelompok masyarakat lainnya yang membutuhkan pelayanan,” ujar Faris.
Menurut Faris, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan memperkuat kolaborasi antara Rumah Lukaku Indonesia, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan masyarakat.
“Motivasi kami sederhana, yaitu ingin hadir dan memberikan manfaat. Karena itu, melalui program ini kami melakukan berbagai pelayanan, mulai dari perawatan, pemeriksaan, pemberian sosialisasi atau edukasi kesehatan, hingga pelayanan sunatan massal,” katanya.
Faris menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah daerah penting agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah yang membutuhkan perhatian dan akses pelayanan.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya selesai pada satu kegiatan, tetapi menjadi bagian dari kerja sama yang berkelanjutan. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama membangun kesadaran bahwa kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Faris.
Roadshow tersebut pada akhirnya tidak hanya menghadirkan layanan medis dalam satu lokasi. Ia memperlihatkan bagaimana pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, organisasi sosial dan tenaga profesional dapat mengambil peran masing-masing untuk memperluas akses kesehatan.
Melalui RLI Roadshow Kesehatan Primer 104 #Session17, Rumah Lukaku Indonesia membawa pesan bahwa kesehatan tidak semestinya menunggu masyarakat datang ketika sakit. Pemeriksaan, deteksi dini, edukasi dan pencegahan menjadi bagian penting untuk membangun masyarakat yang lebih sehat.
Dengan tema “SDM Unggul, Bitung Sehat dan Harmonisasi”, kegiatan di Rumah Sakit Pratama Kota Bitung tersebut diharapkan menjadi bagian dari kolaborasi yang berkelanjutan. Sebab, membangun sumber daya manusia yang unggul tidak cukup hanya dengan pendidikan dan keterampilan; akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak juga menjadi fondasinya.






