Bukan Sekadar Joy Sailing, Kodaeral VIII dan Gubernur Sulut Berbagi Sembako untuk Nelayan Makawidey




LUGAS | BITUNG — Laut Selat Lembeh menjadi ruang perjumpaan antara unsur TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemangku kepentingan, dan masyarakat nelayan, Jumat, 14 Agustus 2026.

Komandan Kodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., memimpin kegiatan Joy Sailing dan Bakti Sosial yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-1 Kodaeral VIII. Kegiatan berlangsung dari Dermaga Samuel Languyu, Bitung Satrol Kodaeral VIII, dan dilanjutkan dengan pelayaran bersama di perairan Selat Lembeh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus. Pelayaran bersama tidak sekadar menjadi rangkaian seremoni peringatan hari jadi. Di balik konvoi perahu nelayan yang bergerak di perairan Selat Lembeh, kegiatan itu menjadi sarana mempererat komunikasi dan membangun sinergi antara TNI AL dengan pemerintah daerah serta masyarakat pesisir.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara bersama Komandan Kodaeral VIII juga menyerahkan ratusan paket sembako kepada masyarakat nelayan Makawidey. Bantuan itu menjadi bagian dari kepedulian sosial Kodaeral VIII terhadap masyarakat pesisir sekaligus upaya menghadirkan makna peringatan HUT ke-1 Kodaeral VIII secara langsung di tengah masyarakat.

Bagi masyarakat nelayan, laut bukan sekadar bentang geografis. Laut merupakan ruang kehidupan, sumber penghidupan, sekaligus bagian penting dari masa depan ekonomi daerah. Karena itu, Selat Lembeh memiliki posisi strategis, bukan hanya dalam konteks pertahanan dan keamanan, tetapi juga ekonomi, pariwisata, perikanan, dan sejarah perjuangan bangsa.

Kodaeral VIII menempatkan momentum tersebut sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga laut. Potensi kemaritiman Sulawesi Utara dinilai membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus tetap terjaga keberlanjutannya.

Melalui Joy Sailing, Kodaeral VIII menegaskan bahwa tugas menjaga keamanan laut berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat pesisir. Sinergi antara TNI AL, pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat nelayan menjadi salah satu modal penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan sektor kemaritiman di Sulawesi Utara.

Kegiatan tersebut juga menjadi penanda satu tahun perjalanan Kodaeral VIII dalam menjalankan tugasnya. Semangat yang diusung adalah “Kodaeral VIII Bersama Rakyat, Mengawal Nusantara, Indonesia Maju.”

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Pangdam XIII/Merdeka, Kapolda Sulawesi Utara atau yang mewakili, Kajati Sulawesi Utara atau yang mewakili, KaPT, Kabinda atau yang mewakili, Danlanud, Danrem, Danguskamla atau yang mewakili, Kazona, Kakanwil Kemenkum Sulawesi Utara atau yang mewakili, Kepala BNN, Kepala Basarnas, Ir Kodaeral VIII, Kapok Sahli Kodaeral VIII, para pejabat utama Kodaeral VIII, Kadis/Kasatker Kodaeral VIII, jajaran Forkopimda Sulawesi Utara, serta para tamu undangan lainnya.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1