FORSGI Sulut Fokus Cetak Generasi Muda, Bukan Sekadar Mengejar Trofi




LUGAS | MANADO — Forum Olahraga Generasi Indonesia (FORSGI) Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan pemain usia muda melalui kompetisi yang terukur dan berkelanjutan. Generus Soccer League 2026, Piala Danlanud Sam Ratulangi, menjadi salah satu ruang untuk menemukan sekaligus menempa bibit-bibit pemain muda Sulawesi Utara.

Kompetisi yang dibuka di Lapangan Dirgantara Lanud Sam Ratulangi, Manado, Selasa, 25 Agustus 2026, itu tidak semata diarahkan untuk menghasilkan juara. FORSGI menempatkan pertandingan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, disiplin, sportivitas, kerja sama, dan mental bertanding para generus atau generasi penerus.

Ketua FORSGI Provinsi Sulawesi Utara, Apoteker Ridwan Dawud Kristanto, S.Farm., mengatakan pembinaan pemain muda harus dilakukan sejak dini dan tidak berhenti pada kemampuan teknis di lapangan.

“Pembinaan generus bukan hanya bagaimana anak-anak ini bisa bermain sepak bola dengan baik. Kita ingin membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama,” ujar Ridwan.

Menurut dia, kompetisi menjadi bagian penting dalam mengukur perkembangan pemain. Dari pertandingan, pelatih dapat melihat kemampuan teknik, pemahaman permainan, mental, serta sikap pemain ketika menghadapi tekanan dan persaingan.

FORSGI, kata Ridwan, tidak ingin ukuran keberhasilan pembinaan hanya ditentukan oleh jumlah trofi yang dikumpulkan. Pemain yang mampu menerima kemenangan tanpa kesombongan dan menghadapi kekalahan dengan lapang dada dinilai memiliki modal penting untuk berkembang.

“Pemain hebat bukan hanya pemain yang mampu mencetak banyak gol. Pemain hebat adalah pemain yang mampu menang dengan terhormat, kalah dengan lapang dada, menghargai lawan, dan tetap menjaga persaudaraan,” katanya.

Timbal FC Juara Generus Soccer League 2026

Meski pembinaan menjadi tujuan utama, kompetisi tetap menghadirkan persaingan untuk memperebutkan gelar juara. Dalam Generus Soccer League 2026, Timbal FC keluar sebagai juara pertama.

Posisi kedua ditempati Mankot FC, sementara Bersama Buha dan Matas meraih posisi ketiga.

Selain penghargaan bagi tim, panitia juga memberikan apresiasi kepada pemain yang dinilai menonjol sepanjang turnamen. Fadil dari Mankot FC dinobatkan sebagai kiper terbaik.

Sementara itu, penghargaan Best Player diberikan kepada Muhammad Alfarisi dari Timbal FC. Adapun gelar Top Scorer diraih Abdul Aziz.

Deretan penghargaan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi tidak hanya berbicara mengenai tim yang mengangkat trofi. Penampilan individu, konsistensi, kemampuan teknis, dan kontribusi pemain juga menjadi bagian dari proses evaluasi pembinaan.

Karena itu, FORSGI Sulawesi Utara mendorong pelatih dan ofisial tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis pemain. Pembentukan mental, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika bertanding harus berjalan beriringan.

Pembinaan juga diarahkan agar memiliki kesinambungan. Kompetisi menjadi sarana evaluasi, sedangkan latihan dan pendampingan menjadi proses untuk memperbaiki kekurangan pemain. Talenta yang terlihat menonjol diharapkan dapat memperoleh kesempatan mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.

Dukungan berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting dalam proses tersebut. Dalam pembukaan Generus Soccer League 2026 hadir jajaran Lanud Sam Ratulangi, Dewan Pembina FORSGI Sulawesi Utara H. Ahmad Fauzi, Dewan Pembina FORSGI Kota Manado H. Fahri Suronoto, Dewan Pembina FORSGI Kota Bitung H. Khairudin Daeng Bando, S.Sos., Ketua FORSGI Sulawesi Utara Apoteker Ridwan Dawud Kristanto, S.Farm., Ketua Persinas ASAD Sulawesi Utara AKP Hanyoto, S.Sos., Ketua Senkom Mitra Polri M. Amin Muslim, S.Kom., serta Ketua DPW LDII Sulawesi Utara Drs. H. Djafar Wongo, M.T.

Turut hadir para pelatih, ofisial, panitia penyelenggara, dan para atlet muda peserta Generus Soccer League 2026.

Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan ekosistem yang lebih luas. Lapangan olahraga hanya menjadi salah satu ruangnya. Di luar lapangan, anak-anak membutuhkan pendampingan, keteladanan, disiplin, serta lingkungan yang mendorong mereka berkembang secara sehat.

FORSGI Sulawesi Utara juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi olahraga, sekolah sepak bola, klub, pelatih, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pembinaan atlet usia muda.

Ridwan mengatakan tidak semua peserta kelak menjadi pesepak bola profesional. Namun proses yang mereka jalani tetap memiliki nilai bagi masa depan.

“Kalau ada yang menjadi pemain profesional tentu menjadi kebanggaan. Tetapi tujuan kita lebih besar dari itu. Kita ingin generus tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, disiplin, berkarakter, memiliki semangat kebersamaan, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Bagi FORSGI Sulawesi Utara, prestasi olahraga merupakan proses panjang. Kemampuan teknis tanpa disiplin dan karakter akan mudah kehilangan arah. Sebaliknya, pemain yang ditempa melalui latihan, kompetisi, sportivitas, dan evaluasi memiliki fondasi yang lebih kuat untuk berkembang.

Generus Soccer League 2026 karena itu diposisikan bukan sebagai garis akhir, melainkan salah satu tahapan pembinaan. Dari lapangan tersebut diharapkan lahir talenta-talenta muda yang dapat berkembang ke tingkat nasional, sekaligus generasi penerus yang memiliki karakter kuat.

Trofi mungkin menjadi hasil yang terlihat. Namun bagi FORSGI Sulawesi Utara, pembentukan karakter dan masa depan generus adalah tujuan yang jauh lebih penting.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1