LUGAS | BANDUNG BARAT — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bandung Barat menggagas penyelenggaraan West Bandung International Tourism, Trade & Investment Forum sebagai upaya memperluas promosi potensi daerah sekaligus menarik investasi dan memperkuat jejaring perdagangan internasional.
Gagasan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara jajaran KADIN Kabupaten Bandung Barat dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat di Kantor Disparbud Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).
Rombongan KADIN dipimpin Ketua KADIN Kabupaten Bandung Barat, Dr. H. Syamsul Ma'arief, M.Pd.I., dan diterima langsung oleh Kepala Disparbud Jawa Barat, Dr. Iendra Sofyan, S.T., M.Si. Pertemuan membahas peluang kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat daya saing sektor pariwisata serta mendorong investasi di Kabupaten Bandung Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Syamsul memaparkan konsep West Bandung International Tourism, Trade & Investment Forum, sebuah forum berskala internasional yang dirancang menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha, investor, asosiasi pariwisata, pengelola destinasi, pelaku UMKM, hingga mitra bisnis dari berbagai negara.
Forum itu mengusung tema "Connecting West Bandung to the Global Market" dengan tujuan memperkenalkan potensi wisata, perdagangan, ekonomi kreatif, serta peluang investasi Kabupaten Bandung Barat kepada pasar global.
Menurut Syamsul, Bandung Barat memiliki modal besar untuk berkembang sebagai destinasi investasi dan pariwisata bertaraf internasional. Selain kawasan wisata Lembang yang telah dikenal luas, wilayah tersebut juga memiliki potensi desa wisata, agrowisata, hotel dan resor, kuliner, produk ekonomi kreatif, UMKM, hingga sektor pertanian yang dinilai layak dipromosikan kepada investor dan pelaku industri pariwisata dunia.
"Kami ingin menghadirkan forum yang tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga ruang bertemunya pelaku usaha, investor, operator wisata, pembeli internasional, dan pemerintah untuk membangun kerja sama yang konkret. Kami berharap forum ini mampu membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan investasi di Kabupaten Bandung Barat," ujar Syamsul.
Kepala Disparbud Jawa Barat Iendra Sofyan menyambut positif gagasan tersebut. Menurut dia, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu strategi penting dalam mempercepat pengembangan sektor pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Ia menilai forum internasional semacam itu sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperluas promosi destinasi wisata sekaligus meningkatkan investasi di sektor pariwisata.
"Kami menyambut baik inisiatif ini. Kolaborasi pemerintah dan KADIN diharapkan melahirkan program-program inovatif yang berdampak bagi kemajuan daerah. Kami akan menindaklanjuti rencana ini agar dapat segera direalisasikan," kata Iendra.
Selain mempersiapkan forum, KADIN Kabupaten Bandung Barat juga mulai menjajaki kerja sama internasional untuk memperluas akses pasar. Kawasan Timur Tengah menjadi salah satu sasaran melalui penguatan komunikasi dengan jaringan Perwakilan Republik Indonesia dan fungsi perdagangan RI di Dubai guna membuka peluang investasi dari Uni Emirat Arab dan negara-negara Teluk.
Di kawasan Asia Selatan, KADIN juga membidik Sri Lanka dengan menjajaki peluang kolaborasi bersama SriLankan Airlines serta jaringan operator wisata. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka paket perjalanan internasional yang menghubungkan Sri Lanka dengan Bandung dan berbagai destinasi wisata di Kabupaten Bandung Barat.
Forum yang tengah dipersiapkan itu dirancang tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sejumlah agenda bisnis telah disiapkan, mulai dari International Tourism Forum, Investment Forum, Business to Business Meeting, International Travel Mart, Global Buyer Meeting, UMKM & Trade Expo, Investor One-on-One Meeting, Airline & Connectivity Forum, hingga Familiarization Trip (Famtrip) ke sejumlah destinasi unggulan di Bandung Barat.
Melalui skema tersebut, operator wisata internasional tidak hanya memperoleh informasi mengenai destinasi, tetapi juga berkesempatan melihat langsung potensi wisata yang dapat dipasarkan kepada wisatawan mancanegara.
Sektor perdagangan dan UMKM juga menjadi fokus utama. Produk unggulan daerah, seperti kopi, makanan dan minuman, hasil pertanian, fesyen, kerajinan, produk kreatif, herbal, produk halal, hingga cendera mata, direncanakan dipertemukan dengan pembeli dan distributor internasional melalui program West Bandung SME & Global Buyer Matching.
KADIN Kabupaten Bandung Barat berharap forum tersebut menjadi agenda strategis yang mampu menghadirkan investor, pelaku industri pariwisata, mitra perdagangan, dan pelaku bisnis dari berbagai negara. Dengan demikian, potensi unggulan Bandung Barat tidak hanya semakin dikenal di tingkat internasional, tetapi juga menghasilkan kerja sama investasi dan perdagangan yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Laporan: Muhammad Ramlan| Editor: Mahar Prastowo
