Ketika Kapal Perang Membuka Pintu, KRI Golok-688 Dekatkan TNI AL dengan Rakyat

 


LUGAS | MAKASSAR — Kapal perang bukan sekadar mesin tempur yang berlayar menjaga wilayah laut Indonesia. Di Makassar, KRI Golok-688 membuka akses kepada masyarakat untuk melihat lebih dekat salah satu alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI Angkatan Laut dalam rangkaian Naval Base Open Day (NBOD) 2026 di Markas Komando Kodaeral VI Makassar, Ahad, 9 Agustus 2026.

KRI Golok-688, yang merupakan unsur Bawah Kendali Operasi (BKO) Guskamla Koarmada II, bersandar di Dermaga Kodaeral VI Makassar dan menjadi salah satu Alutsista yang dapat dikunjungi masyarakat melalui agenda Open Ship. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kodaeral ke-1 yang dipusatkan di Kodaeral VI Makassar.

Kesempatan melihat langsung kapal perang memberi pengalaman berbeda bagi masyarakat. Selama ini, kekuatan pertahanan laut lebih sering terlihat dari jarak jauh atau melalui pemberitaan. Dalam NBOD 2026, masyarakat justru diberi ruang untuk mengenal lebih dekat kapal perang, lingkungan kerja prajurit, serta peran TNI AL dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia.

Kehadiran KRI Golok-688 sekaligus menjadi bagian dari upaya Guskamla Koarmada II memperkenalkan kemampuan dan profesionalisme prajurit matra laut kepada publik. Alutsista tidak hanya ditampilkan sebagai simbol kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk memperkenalkan dunia kemaritiman kepada masyarakat.

Komandan beserta prajurit KRI Golok-688 turut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal kapal perang secara lebih dekat dalam suasana terbuka. Interaksi semacam ini menjadi jembatan antara institusi pertahanan laut dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran maritim.

NBOD 2026 juga memperlihatkan bahwa pertahanan laut tidak berdiri sendiri. Dukungan masyarakat dan tumbuhnya kesadaran mengenai pentingnya laut bagi Indonesia merupakan bagian dari kekuatan nasional. Karena itu, pengenalan Alutsista kepada publik memiliki nilai strategis, terutama dalam membangun pemahaman bahwa laut bukan hanya jalur transportasi dan sumber ekonomi, tetapi juga ruang pertahanan yang harus dijaga.

Keterlibatan KRI Golok-688 dalam rangkaian kegiatan tersebut diharapkan memperkuat hubungan TNI Angkatan Laut dengan masyarakat. Dari dermaga Kodaeral VI Makassar, kapal perang itu bukan hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga menjadi medium untuk menumbuhkan rasa cinta, kebanggaan, dan kepedulian terhadap kemaritiman serta pertahanan laut Indonesia.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1