LUGAS | KOTAMOBAGU – Musyawarah Kota (Muskot) IV Senkom Mitra Polri Kota Kotamobagu kembali mempercayakan kepemimpinan organisasi kepada Ahmad Guril Sulaiman untuk masa bakti 2026–2031. Ia ditetapkan secara aklamasi dalam sidang paripurna, Jumat, 7 Agustus 2026, setelah bakal calon lainnya, Haji Safarudin Daeng Kani, menyatakan mengundurkan diri.
Keputusan itu diambil setelah seluruh tahapan Musyawarah Kota IV diselesaikan, mulai dari pengesahan tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2026, pembahasan program kerja, hingga tata cara pemilihan ketua. Sesuai mekanisme organisasi, pengunduran diri Safarudin menyisakan satu calon sehingga pimpinan sidang meminta persetujuan peserta untuk menetapkan Ahmad Guril Sulaiman sebagai ketua terpilih.
Forum secara bulat menyetujui penetapan tersebut. Keputusan kemudian dituangkan dalam Keputusan Musyawarah Kota Nomor 10/Muskot IV/SK-MP/VIII/2026 tentang Ketua Pengurus Kota Senkom Mitra Polri Kotamobagu Masa Bakti 2026–2031.
Dalam penyampaian visi dan misinya, Ahmad Guril Sulaiman menegaskan komitmennya melanjutkan konsolidasi organisasi melalui penguatan sumber daya manusia, pembentukan kepengurusan hingga tingkat kecamatan, serta peningkatan sinergi dengan Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Usai ditetapkan, Ahmad Guril Sulaiman menyampaikan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota, bukan sekadar kepercayaan kepada seorang ketua.
"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada saya untuk memimpin Senkom Mitra Polri Kota Kotamobagu periode 2026–2031. Amanah ini bukan kemenangan pribadi, melainkan amanah seluruh anggota yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat kebersamaan," ujarnya.
Ia menegaskan kepengurusan lima tahun ke depan akan berfokus pada penguatan organisasi, peningkatan profesionalisme anggota, serta memperluas kontribusi Senkom Mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penanggulangan bencana, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
"Kami akan melanjutkan program-program yang telah berjalan baik sekaligus melakukan pembenahan di berbagai bidang yang masih perlu ditingkatkan. Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota menjaga soliditas organisasi, karena
keberhasilan Senkom tidak ditentukan oleh seorang ketua, melainkan oleh kerja bersama seluruh keluarga besar Senkom Mitra Polri," kata Ahmad.
Sementara itu, Safarudin Daeng Kani menyatakan mundur dari pencalonan karena memilih berkonsentrasi pada amanah organisasi keagamaan yang dipimpinnya. Meski demikian, ia menyatakan tetap mendukung kepengurusan baru agar Senkom Mitra Polri Kotamobagu semakin profesional dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Setelah penetapan ketua, forum membentuk tim formatur yang menyusun komposisi Dewan Pembina dan Pengurus Kota Senkom Mitra Polri Kotamobagu periode 2026–2031. Susunan kepengurusan tersebut kemudian disahkan dalam sidang paripurna sebelum Musyawarah Kota IV resmi ditutup dengan prosesi serah terima jabatan dan penyerahan pataka organisasi sebagai simbol estafet kepemimpinan.





