LUGAS | BITUNG — Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., memimpin rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan forum lintas sektoral dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Bitung, Jumat, 28 Agustus 2026.
Rapat tersebut digelar sebagai langkah pemerintah daerah memantapkan koordinasi dan kesiapan menghadapi potensi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Bitung.
Dalam arahannya, Hengky meminta seluruh camat dan 69 lurah memperkuat pengawasan di wilayah masing-masing. Pemerintah kecamatan dan kelurahan diminta aktif memantau kondisi wilayah serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api atau potensi kebakaran.
Hengky juga menginstruksikan para camat berkoordinasi dengan para lurah untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla. Sosialisasi terutama diarahkan kepada warga yang berada di kawasan pertanian dan perkebunan.
Masyarakat diminta tidak sembarangan membakar lahan saat melakukan pembukaan atau pembersihan kebun. Menurut Hengky, pembakaran lahan memiliki risiko tinggi, terutama ketika kondisi cuaca kering sehingga api dapat dengan mudah merambat ke kawasan lain.
“Jangan dulu melakukan pembakaran kebun. Risikonya terlalu besar,” ujar Hengky.
Ia meminta pemerintah di tingkat kelurahan tidak hanya menunggu laporan kebakaran, tetapi aktif mengetahui kondisi wilayahnya. Setiap informasi mengenai potensi kebakaran harus segera disampaikan secara berjenjang agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
“Camat dan lurah harus mengetahui kondisi wilayahnya masing-masing. Kalau terjadi kebakaran, segera dikoordinasikan dan dilaporkan,” katanya.
Hengky juga meminta perangkat daerah terkait menyiapkan dukungan teknis bagi masyarakat. Pemerintah, kata dia, akan mengupayakan pemanfaatan peralatan yang tersedia untuk membantu masyarakat membuka atau membersihkan lahan tanpa harus melakukan pembakaran.
Selain pencegahan di tingkat masyarakat, Hengky meminta jajaran teknis memastikan kesiapan menghadapi kejadian karhutla. Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian serta perangkat daerah lainnya diminta menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing.
Pemkot Bitung juga memperkuat kesiapan melalui penempatan sejumlah posko pemadam kebakaran. Posko tersebut berada di Mako Sagerat, Posko Wali Kota, Posko Timur di depan Polsek Aertembaga dan Posko Lembeh di Kecamatan Lembeh Selatan.
Untuk penanganan karhutla, Kantor Damkar Sagerat ditetapkan sebagai posko utama. Pemantauan juga diperkuat di Kecamatan Ranowulu, termasuk wilayah Kelurahan Batuputih yang menjadi salah satu kawasan dengan kejadian kebakaran cukup banyak.
Hengky menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat paling bawah. Ia meminta camat dan lurah tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi memastikan komunikasi dan koordinasi berjalan ketika terjadi persoalan di wilayah.
“Jangan menunggu. Semua harus berperan aktif dan memberikan informasi kepada pemerintah kota. Kita harus memperkuat koordinasi dari bawah,” tegas Hengky.
Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bitung Ir. Ignatius Rudy Theno, S.T., M.T., M.A.P.; Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan John Michael Toar Sondakh, S.Sos., M.A.P.; serta perwakilan Kejaksaan Negeri Bitung Justisi Devli Wagiu, S.H., M.H.
Dari unsur TNI hadir Dansathantai Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Dedi Wardana, S.T., M.Tr.Hanla.; Dansatrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marvel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanlan., CHRMP.; Kafasharkan Bitung Kodaeral VIII Letkol Laut (T) Dyan Setiawan, M.Tr.Opsla.; perwakilan Dandim 1310/Bitung Lettu Inf Edison Kasenda selaku Danramil 01-10/Bitung; Dansecata Rindam VIII/Merdeka Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudi, S.I.P., M.Hi., M.Sc.; serta perwakilan Yon TP 916/BS Kapten Inf Willy L selaku Pasintel.
Dari unsur Polri hadir Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H.; Kabagops Polres Bitung AKP Novrianto Sadia; serta perwakilan Ditpolairud Polda Sulut AKP H. Makka selaku Plt. KBO Polairud.
Hadir pula Dan Subdenpom XIII-2/Bitung Lettu Cpm M. Riski Harianto, BIN Korwil Bitung Thein HC Pakasi, para kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kota Bitung, serta para camat dan lurah se-Kota Bitung.
Hengky mengatakan pemerintah saat ini masih memperkuat tahap pencegahan dan kesiapsiagaan. Status darurat bencana belum ditetapkan.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran memanfaatkan kesiapsiagaan tersebut untuk mencegah kebakaran sejak dini, mempercepat penyampaian informasi dan memastikan masyarakat memahami risiko pembakaran lahan.
Bagi Hengky, keberhasilan mencegah karhutla tidak hanya ditentukan oleh kesiapan petugas ketika api sudah muncul. Pencegahan dari tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi bagian penting agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
