LUGAS | TOMOHON — Sebanyak 30 personel Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara mengikuti Latihan Kader Bela Negara 2026 yang digelar Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI di Rindam XIII/Merdeka, Tomohon, Selasa, 29 September 2026.
Latihan berlangsung selama tiga hari, 29 September hingga 1 Oktober 2026. Sebanyak 310 peserta dari berbagai unsur masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari aparatur sipil negara, buruh, dan sektor swasta.
Kepala Pusat Bela Negara Bacadnas Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Luhut Marpaung, S.I.P., M.Han., membuka kegiatan tersebut. Ia mengatakan latihan kader bela negara merupakan program Kementerian Pertahanan untuk menginternalisasikan sekaligus menyebarluaskan nilai-nilai bela negara kepada masyarakat.
“Latihan Kader Bela Negara ini merupakan program Kementerian Pertahanan yang bertujuan untuk menginternalisasikan dan menyebarkan nilai-nilai Bela Negara. Nilai Bela Negara memiliki nilai strategis dalam rangka mewujudkan Indonesia menuju Indonesia Emas Tahun 2045,” kata Luhut.
Menurut dia, warga negara perlu memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai bela negara. Nilai tersebut meliputi cinta tanah air, rela berkorban, kesetiaan kepada Pancasila, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kemampuan awal bela negara.
![]() |
Peserta dari berbagai unsur masyarakat, kata Luhut, diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi. Mereka juga diharapkan menjadi panutan dan menyebarkan nilai-nilai bela negara di lingkungan masing-masing.
“Melalui latihan kader Bela Negara, para tokoh menjadi bagian dari duta Kementerian Pertahanan dalam menyebarkan nilai-nilai Bela Negara,” ujarnya.
Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Sulawesi Utara, M. Amin Muslim, S.Kom., mengatakan keikutsertaan 30 personel merupakan bagian dari upaya meningkatkan wawasan dan kapasitas anggota dalam menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan.
![]() |
“Bagi Senkom Mitra Polri, bela negara merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, personel perlu memiliki wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di masyarakat, termasuk tantangan di ruang digital,” kata Amin.
Salah satu materi yang dinilai relevan bagi personel Senkom adalah ketahanan digital dan perang kognitif. Menurut Amin, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi masyarakat sehingga kemampuan memilah informasi menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial.
Dalam pemaparannya, Luhut menjelaskan perang kognitif dapat memengaruhi pola pikir masyarakat melalui berbagai mekanisme, termasuk algoritma yang bekerja pada media sosial dan ruang digital.
“Di sisi lain digitalisasi membawa dampak positif, namun juga memiliki dampak negatif, salah satunya terkait literasi digital. Untuk itu, literasi digital perlu ditingkatkan agar masyarakat memahami serta memiliki ketahanan di dunia digital,” katanya.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menerima setiap informasi secara mentah. Informasi, kata dia, perlu dilihat secara utuh dengan mempertimbangkan kebenaran dan manfaatnya bagi masyarakat.
Amin mengatakan materi tersebut akan menjadi bekal bagi personel Senkom dalam menjalankan aktivitas organisasi dan pengabdian di tengah masyarakat.
“Personel Senkom diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Kami juga terus mendorong anggota untuk menjaga persatuan, menciptakan suasana kondusif, dan menggunakan media digital secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Selain materi mengenai nilai-nilai bela negara, peserta mendapatkan pembekalan yang mengacu pada modul kesadaran bela negara, termasuk empat konteks dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Materi perang kognitif sebagai salah satu bentuk perang nonmiliter juga menjadi bagian dari latihan.
Latihan Kader Bela Negara 2026 dijadwalkan berakhir pada 1 Oktober 2026. Bagi Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara, keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari penguatan wawasan kebangsaan dan kapasitas personel dalam menjalankan peran sosial di tengah masyarakat.





