Merawat Kerukunan dari Batang Hari



LUGAS | BATANG HARI — Kerukunan umat beragama tidak hanya tumbuh dari perbedaan yang diterima, tetapi juga dari komunikasi yang terus dirawat. Pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan memiliki peran untuk memastikan perbedaan tidak berubah menjadi jarak di tengah masyarakat.

Semangat itu mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi Kerukunan Umat Beragama yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang Hari, Kamis (24/9/2026).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Batang Hari, Yazid Munadi, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Ia didampingi Sekretaris DPD LDII Batang Hari, Andi Susanta.

Pertemuan itu mempertemukan sejumlah unsur yang memiliki perhatian terhadap kehidupan sosial dan keagamaan di Batang Hari. Di antaranya pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta elemen masyarakat lainnya.

Hadir pula Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Batang Hari H. Zeifni Ishaq, M.H.I., Kapolres Batang Hari AKBP Doni Aryanto, S.H., S.I.K., M.M., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang Hari Drs. KH. Zaharudin AK, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH. MN. Parlindungan Hasibuan.


Menjaga yang Sudah Terbangun

Kapolres Batang Hari AKBP Doni Aryanto dalam arahannya mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan kerukunan yang selama ini telah terbangun di tengah masyarakat.

Menurut dia, keharmonisan tersebut perlu dirawat bersama, terlebih di tengah cepatnya penyebaran informasi yang dapat memengaruhi kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak tetap waspada terhadap berbagai isu yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Komunikasi antartokoh dan organisasi dinilai menjadi salah satu cara untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik.

Bagi masyarakat, kerukunan bukan sekadar keadaan tanpa konflik. Ia juga merupakan hasil dari komunikasi yang berlangsung terus-menerus, termasuk ketika terdapat perbedaan pandangan dan kepentingan.


LDII Nyatakan Komitmen

Yazid Munadi menyatakan LDII Kabupaten Batang Hari siap mengambil bagian dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat yang rukun dan kondusif.

“LDII siap menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan umat beragama dan turut berkontribusi positif dalam pembangunan Kabupaten Batang Hari. Kerukunan merupakan tanggung jawab bersama yang harus kita jaga,” ujar Yazid.

Pernyataan tersebut menempatkan organisasi keagamaan tidak hanya sebagai bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat, tetapi juga sebagai salah satu unsur yang dapat berkontribusi dalam menjaga hubungan sosial.

Pertemuan di Aula Kemenag Batang Hari itu sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antarpemangku kepentingan. Pemerintah dan aparat membutuhkan dukungan masyarakat, sementara tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan memiliki kedekatan dengan komunitas yang mereka dampingi.

Dari ruang pertemuan itu, pesan yang dibawa sederhana: kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan ketika terjadi persoalan. Ia perlu dirawat sebelum persoalan muncul.

Di Batang Hari, menjaga suasana tersebut menjadi pekerjaan bersama pemerintah, aparat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.



Laporan ROMLI


0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1