Hj. Siti Masruroh, S. Pd,.M.M., Kepala Sekolah Dasar Negeri Pekayon Jaya Vl, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi (Foto: Dok LUGAS)
LUGAS | Kota Bekasi - Dinas Pendidikan Kota Bekasi meningkatkan kewaspadaan seluruh satuan pendidikan negeri dan swasta terhadap potensi paparan abu vulkanik menyusul terjadinya erupsi Anak Gunung Krakatau.
Seluruh sekolah di Kota Bekasi diinstruksikan untuk memindahkan aktivitas belajar-mengajar secara daring. Langkah ini diambil demi melindungi siswa dan kelompok rentan dari ancaman bahaya paparan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/6/DISDIK.Set tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Chondro Wibhowo.
Dalam edaran tersebut, Disdik Kota Bekasi menginstruksikan seluruh Kepala Satuan Pendidikan Negeri dan Swasta se-Kota Bekasi untuk menggelar PJJ selama dua hari, yakni Selasa, 8 September 2026 dan Rabu, 9 September 2026.
"Penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh pada 8 dan 9 September 2026 dapat diperpanjang dengan memperhatikan perkembangan kualitas udara," bunyi poin pertama surat edaran tersebut.
Disdik Kota Bekasi juga menginstruksikan para kepala sekolah untuk tetap melakukan pemantauan serta pendampingan terhadap siswa, termasuk memfasilitasi solusi jika ditemukan kendala teknis selama PJJ dengan berkoordinasi bersama Disdik Kota Bekasi.
Hj. Siti Masruroh, S. Pd,.M.M., Kepala Sekolah Dasar Negeri Pekayon Jaya Vl, mengatakan, pelaksanaan PJJ pada hari ini berjalan lancar dengan memastikan para peserta didik tetap berada di rumah mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Sebelum pembelajaran dimulai, guru membuat tautan Zoom untuk keperluan absensi peserta didik. Setelah mengisi absensi, para murid mengikuti kegiatan pembelajaran melalui Google Meet," ujarnya, Selasa (8/9/2026)
Hj. Siti Masruroh menjelaskan, selain menyampaikan materi pelajaran, guru juga memberikan motivasi dan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi adanya abu vulkanik.
Ia menuturkan, SDN Pekayon Jaya Vl tercatat memiliki 630 peserta didik dengan jumlah 21 guru dan 6 tenaga kependidikan.
"Kita tentu berharap erupsi Gunung Anak Krakatau cepat selesai dan tidak menimbulkan dampak lebih besar lagi," tandas Hj. Siti Masruroh.
Ia menjelaskan, pihak sekolah terus memantau perkembangan dari aktivitas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Kita terus pantau situasinya, kalau memang harus PJJ ya kita akan PJJ. Seperti yang dilakukan hari ini. Kita akan mengikuti apa yang menjadi arahan dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi," katanya.
Terkait adanya paparan abu vulkanik, ia menghimbau para siswa senantiasa menjaga kesehatan. Salah satunya dengan menggunakan masker, rajin mencuci tangan hingga makan-makanan bergizi.
"Himbauannya kepada siswa selalu menggunakan masker terutama saat di luar ruangan dan juga senantiasa mencuci tangan dan makan bergizi. Kami tentu berharap kondisi Gunung Anak Krakatau kembali normal seperti sedia kala," pungkasnya.
(Agus W)

