Kegiatan berlangsung di kawasan Jalan Ikan Raya RT 03/RT 04 RW 06, tepat di wilayah perbatasan jalan. Perbaikan sederhana tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian warga terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut.
Ketua RW 06 Kelurahan Muara Fajar Timur, Tuyadi, mengatakan perbaikan dilakukan secara mandiri dengan mengandalkan iuran warga. Langkah tersebut diambil sembari menunggu adanya bantuan maupun penanganan dari pemerintah.
"Kami berinisiatif melakukan ini sambil menunggu bantuan dari pemerintah. Kami terus berjuang dan berusaha demi kenyamanan warga RW 06 Kelurahan Muara Fajar Timur,” ujar Tuyadi.
Jalan Licin Saat Hujan, Warga Sering Terjatuh
Menurut Tuyadi, kondisi jalan yang rusak dan licin menjadi persoalan serius, khususnya ketika musim hujan. Kondisi tersebut berisiko bagi warga yang melintas, termasuk para ibu yang mengantar dan menjemput anak sekolah maupun mengaji.
“Kalau musim hujan jalan licin, ibu-ibu antar jemput anak sekolah dan mengaji sering kepleset jatuh,” ungkap Tuyadi.
Kondisi tersebut menjadi alasan warga tidak ingin hanya menunggu. Dengan kemampuan yang ada, warga memilih melakukan penanganan sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus membuat akses jalan lebih layak digunakan.
Panas Terik Tak Surutkan Semangat Gotong Royong
Proses penambalan jalan dilakukan di tengah kondisi cuaca yang terik. Panasnya aspal dan teriknya matahari tidak menyurutkan semangat warga untuk bergotong royong.
Bagi warga, langkah tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap fasilitas umum yang digunakan bersama. Iuran masyarakat dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk kebutuhan yang dinilai langsung menyentuh kepentingan keselamatan warga.
Tuyadi menegaskan, swadaya tersebut merupakan bentuk keseriusan warga dalam menjaga kelancaran akses dan kenyamanan masyarakat di wilayah RW 06.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Perbaikan swadaya ini memang bukan pengganti pembangunan jalan secara permanen. Namun, di tengah kebutuhan akan akses yang aman dan layak, gotong royong warga menjadi langkah nyata untuk mengurangi risiko sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah.




