LUGAS | MUARO JAMBI — Dari lapangan sepak bola di Desa Mekarsari Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, langkah para pemain muda SSB ASTERA berlanjut ke panggung nasional. Sekolah sepak bola yang menjadi bagian dari pembinaan Forum Sepakbola Generasi Indonesia (FORSGI) Jambi itu meraih posisi runner-up pada kategori U-10 dan U-12 dalam ajang Liga Grassroots Jambi di Lapangan Tri Lomba Juang, Kota Jambi.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting bagi SSB ASTERA. Kedua kelompok usia itu memperoleh tiket ke kompetisi tingkat nasional melalui jalur prestasi. Kesempatan tersebut membuka ruang bagi para pemain muda untuk menguji kemampuan menghadapi persaingan yang lebih luas.
Capaian ini sekaligus melengkapi keberhasilan tim U-10 SSB ASTERA yang sebelumnya diberitakan meraih posisi runner-up pada kompetisi yang sama. Tim tersebut diperkuat enam pemain muda, yakni Ardiyan Majid Khobar, Ismail Abdillah, M. Arkha Nasuha, Neymar Malik Hizballah, Ozil Bima Firdaus, dan Zakyan Maulana Putra.
Dengan hasil di kategori U-10 dan U-12, SSB ASTERA membawa nama Desa Mekarsari Makmur dan Kabupaten Muaro Jambi ke kompetisi berikutnya. Perjalanan ini menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di daerah dapat membuka jalan bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman bertanding di tingkat yang lebih tinggi.
Head Coach SSB ASTERA, M. Makruf, mengapresiasi perjuangan para pemain yang telah memberikan kemampuan terbaik sepanjang kompetisi. Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak semata-mata diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari perkembangan kemampuan, mental bertanding, disiplin, dan kekompakan tim.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras anak-anak, dukungan orang tua, serta kerja sama seluruh tim. Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka hingga berhasil mendapatkan tiket ke tingkat nasional melalui jalur prestasi. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan memberikan hasil terbaik pada kompetisi selanjutnya,” ujar Makruf.
Dukungan terhadap langkah para pemain juga datang dari pemerintah setempat. Pelepasan menuju kompetisi nasional dilakukan secara simbolis oleh Camat Sungai Bahar, Irawan, S.P., bersama Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Sungai Bahar, Suparjo, S.Pd., dan Kepala Desa Mekarsari Makmur, Sulaiman.
Kehadiran ketiga unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga usia dini, khususnya pengembangan bakat sepak bola di lingkungan masyarakat. Dukungan pemerintah kecamatan, unsur pendidikan, pemerintah desa, pelatih, dan orang tua menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembinaan para pemain muda.
Bagi SSB ASTERA, tiket nasional bukanlah akhir dari perjalanan. Persaingan berikutnya akan menjadi ujian untuk mengukur hasil latihan, kedisiplinan, serta kemampuan para pemain dalam menerapkan strategi permainan di lapangan.
Makruf berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan anak-anak untuk menambah pengalaman sekaligus menjaga semangat berlatih. Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, baik ketika meraih kemenangan maupun saat menghadapi kekalahan.
Keberhasilan SSB ASTERA di Liga Grassroots Jambi diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di Kecamatan Sungai Bahar untuk menekuni olahraga dan mengembangkan potensi mereka.
Dari Mekarsari Makmur, perjalanan itu kini berlanjut. Dua kelompok usia, U-10 dan U-12, membawa bekal prestasi menuju kompetisi nasional. Bagi para pemain muda tersebut, kesempatan ini bukan hanya tentang mengejar gelar, melainkan juga tentang belajar, bertumbuh, dan membuktikan bahwa talenta sepak bola dapat berkembang dari lapangan desa menuju panggung yang lebih luas.
Laporan: Toyib Abdillah| Editor: Mahar Prastowo
