Komandan KAL Patola VIII-27, Kapten Laut (P) Erman Jayawardana, mengatakan pihaknya menerima perintah dari Komandan Satuan Kapal Patroli (Dansatrol) Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP., sekitar pukul 20.00 WITA untuk bergerak menuju lokasi kejadian.
Sebelum pengerahan unsur laut dilakukan, Dansatrol Kodaeral VIII terlebih dahulu meneruskan informasi kejadian kepada Komandan Kodaeral VIII melalui mekanisme Region VIII Quick Response (R8QR) sebagai tindak lanjut laporan kebakaran kapal tersebut.
Setelah menerima perintah, personel KAL Patola VIII-27 segera dikumpulkan untuk mempersiapkan pergerakan. Sekitar pukul 20.30 WITA, kapal bertolak menuju lokasi kebakaran di perairan Selat Lembeh, sekitar kawasan Pelabuhan MNS.
"Setibanya di lokasi, kami langsung menurunkan sekoci untuk melaksanakan evakuasi awak kapal. Alhamdulillah, saat kami tiba, seluruh ABK sudah berhasil dievakuasi melalui kapal KT Tondano yang berada di sekitar lokasi," kata Erman.
Menurut Erman, keberadaan KAL Patola VIII-27 bersama unsur pendukung lainnya juga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran susulan. Setelah memastikan situasi terkendali dan awak kapal telah dievakuasi, pihaknya melaporkan perkembangan operasi kepada komando untuk mendapatkan arahan selanjutnya.
Sejumlah unsur laut dan maritim terlibat dalam penanganan kejadian tersebut. Mereka terdiri atas KAL Patola VIII-27 beserta sekocinya dari Satrol Kodaeral VIII, KN P-380 milik Kapal Patroli KPLP, KT Bunaken dan KT Tondano dari PT Pelindo Marine Service, serta FB Wisnu III dari PT Pertamina Trans Kontinental.
Berdasarkan catatan penanganan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.15 WITA. Proses pemadaman kemudian dilanjutkan dengan pendinginan karena ruang mesin masih mengeluarkan asap. Tim Basarnas juga masih melakukan penanganan evakuasi dengan dukungan KT Tondano.
Seluruh unsur pendukung tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya api kembali. Dalam laporan sementara, kerugian personel dinyatakan nihil.
Hingga operasi memasuki tahap pendinginan, penyebab pasti kebakaran dan besaran kerugian material belum diketahui.



