LUGAS | BANTUL – Konsolidasi organisasi dan regenerasi kepemimpinan menjadi agenda penting Musyawarah Kabupaten (Muskab) III PERSINAS ASAD Kabupaten Bantul. Kegiatan yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat PERSINAS ASAD Bantul, Minggu (1/11/2026), secara resmi dibuka Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bantul, Sri Harijanto, S.Pd.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Sri Harijanto, didampingi jajaran pengurus IPSI, pengurus PERSINAS ASAD DIY, serta perwakilan ketua perguruan pencak silat.
Muskab III tersebut dihadiri pengurus IPSI Bantul, pengurus PERSINAS ASAD tingkat provinsi dan kabupaten, para ketua pengurus kapanewon, sesepuh perguruan, serta perwakilan pesilat.
Dalam sambutannya, Sri Harijanto mengapresiasi konsistensi PERSINAS ASAD dalam membina generasi muda melalui pencak silat. Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga harus membentuk karakter dan akhlak pesilat.
"PERSINAS ASAD merupakan salah satu perguruan besar yang menjadi pilar pembinaan pencak silat di Bantul. Muskab ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi, regenerasi kepemimpinan, dan peningkatan prestasi atlet di tingkat daerah maupun nasional," ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru periode 2026–2031 dapat memperkuat sinergi dengan IPSI Bantul, khususnya dalam pembinaan atlet, pelestarian budaya pencak silat, dan penguatan karakter generasi muda.
Sementara itu, Ketua Panitia Muskab III, Abdurrohman Hashi, menjelaskan bahwa forum tersebut memiliki sejumlah agenda utama. Di antaranya penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, pemilihan ketua kabupaten periode 2026–2031, serta penyusunan program kerja lima tahun mendatang.
"Kami berkomitmen untuk terus mencetak pesilat yang berprestasi, berbudi luhur, dan bermanfaat bagi masyarakat Bantul," ungkapnya.
Melalui Muskab III ini, PERSINAS ASAD Kabupaten Bantul diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan yang solid, memiliki arah pembinaan yang jelas, serta berkontribusi memperkuat posisi Bantul sebagai salah satu daerah penghasil atlet pencak silat berprestasi di DIY.
Laporan: Wisnu Jatmiko | Editor: Mahar Prastowo
