728x90 AdSpace

  • Latest News

    3 Asosiasi Pengusaha Bantu UMKM Songsong MEA2015

    TABLOIDLUGAS.COM | Nasional - Trio asosiasi dunia usaha di DKI Jakarta bersatu padu menghadapi tantangan Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean 2015. Ketiga asosiasi itu ialah HIPMI Jaya, HIPPI DKI Jakarta dan Iwapi DKI Jakarta. Rencananya, pada tanggal 29 Mei mendatang akan digelar seminar dan pameran bertema “Strategi, Peluang dan Tantangan bagi UMKM dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015” di gedung SMESCO Kementerian UKM

    "Kami bersama menyatukan langkah supaya dalam melakukan berbagai program percepatan bagi UMKM dapat segera tercapai. Karena kita tertinggal dalam banyak hal. Meskipun dibanding negara-negara lainnya di kawasan Asean, potensi Indonesia membuat kita optimis dapat bersaing,” ujar Tashya Megananda, Ketua I Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) DKI Jakarta usai temu media di Ex-Splash, Kemang, Rabu (15/5) petang.

    Dalam pandangan Tashya, jika sejak sekarang UMKM tidak dipersiapkan untuk menjemput era persaingan di pasar bebas Asean 2015 mendatang, pelaku usaha mikro dan kecil di Jakarta khususnya hanya akan jadi penonton.

    “Jangan sampai nanti UMKM kita hanya jadi penonton, karena pada tahun 2015 nanti perdagangan bebas kawasan Asean akan membutuhkan kesiapan lebih agar kita bisa bersaing, mulai dari kualitas produk, kualitas sumberdaya manusia sampai ke kemasan produk dan jasa yang ditawarkan ke pasar," demikian disampaikan Tashya, pemilik 4 restoran dan butik di Jakarta ini.

    Di kawasan Kemang Jakarta selatan misalnya dan beberapa kawasan lainnya, bahkan UMKM sudah tak dapat bersaing karena beberapa persoalan. Seperti sulitnya pelaku UMKM mengurus usaha, mengakses permodalan dan rendahnya kualitas sumberdaya manusia.

    “Untuk itulah, saya mewakili Iwapi sangat antusias dengan kerjasama tiga asosiasi ini, karena melalui kegiatan seminar dan pameran pada tanggal 29 Mei mendatang, akan kita lakukan pemberdayaan UMKM melalui pelatihan hingga cara mengakses modal dan membuka peluang pasar.” Jelas Tashya.

    Angelina Yuri, Bendahara Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi) DKI Jakarta, mengatakan, ditengah kekurang siapan para pelaku usaha menghadapi MEA2015, ia tetap melihatnya sebagai potensi, bukan ancaman, jika dapat mempersiapkan diri tentunya.

    “Kendala pelaku usaha kecil kita, sebagai masalah terbesar adalah permodalan yang hal ini tidak diimbangi dengan kesigapan pemerintah menyalurkan permodalan,” lanjut Angelina, “pemerintah banyak memberikan janji namun dalam kenyataannya UMKM di berbagai kota mengalami kendala mengakses modal,” demikian ungkap Angelina.

    Dengan sulitnya akses permodalan itu berdampak pada ketidakmampuan mereka mengakses pasar luar negeri, apalagi bersaing yang bahkan di dalam negeri pun tidak bisa.

    Pemerintah memang telah melakukan berbagai kegiatan seperti dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, dilakukan kegiatan pelatihan untuk keterampilan-keterampilan bidang tertentu, meskipun belum merata dan banyak daerah belum menerima program tersebut.

    Keprihatinan akan kondisi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah diperparah dengan kenyataan bahwa salah satu produk khas bangsa Indonesia dan banyak menyerap tenaga kerja, yakni batik, ternyata kebanjiran produk impor dengan nilai mencapai Rp 43 Milyar.

    “Sebab itulah HIPPI pekan lalu juga telah melakukan kampanye bangga memakai produk Indonesia,” tandas Angelina.

    Mengenai dilaksanakannya seminar dan pameran bertema “Strategi, Peluang dan Tantangan bagi UMKM dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015” di gedung SMESCO Kementerian UKM, 29 Mei mendatang, Sekretaris HIPMI Jakarta Utara, Rishi Wahab, yang juga menjadi panitia penyelenggara, mengungkapkan bahwa melalui program ini tak hanya trio asosiasi ini yang berperan, melainkan semua pihak semestinya bersama-sama bergandengan tangan termasuk pemerintah dan perbankan.

    “Ini adalah upaya bagaimana kita bisa membantu pelaku usaha kecil menghadapi tantangan pasar bebas masyarakat ekonomi Asean 2015. Melalui kegiatan ini akan diberikan hal-hal apa saja yang harus dilakukan agar bisa bersaing di pasar dalam negeri maupun pasar regional Asean, karena semua produk akan masuk pasar Indonesia,” terang Rishi Wahab kepada TabloidLugas. [L]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: 3 Asosiasi Pengusaha Bantu UMKM Songsong MEA2015 Rating: 5 Reviewed By: Redaksi 2.0
    Scroll to Top