• Latest News

    Jokowi: Masyarakat Tidak Boleh Dipersulit Mendapat Layanan Kesehatan

    LUGAS | Jakarta - Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan  ratusan perwakilan penerima manfaat Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5), menegaskan  masyarakat tidak boleh dipersulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

    "Ini yang paling penting, saya sebetulnya cuman dua, rakyat itu kalau ingin mendapatkan pelayanan kesehatan jangan dihambat. Kedua, rakyat kalau ingin mendapatkan pelayanan kesehatan juga jangan dipersulit. Saya hanya minta itu saja kok," ujar Presiden dalam sambutannya.

    Masyarakat yang hadir merupakan perwakilan dari 92,4 juta peserta yang iurannya ditanggung oleh pemerintah. Sebanyak 131 orang perwakilan penerima manfaat dan 124 perwakilan daerah yang telah dilengkapi JKN-KIS.

    Presiden juga berbicara mengenai biaya pengobatan masyarakat yang ditanggung oleh JKN-KIS. Beberapa di antaranya mencapai ratusan juta rupiah, bahkan ada yang mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

    "...saya lihat ini di Karanganyar ada yang lebih dari satu miliar, hemofilia. Ya sudah menjadi tugas pemerintah, kalau dicek benar, BPJS bayar ya harus bayar," ujar Presiden. 

    Hadir di forum tersebut Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Seskab Pramono Anung, Menkes Nila Moeloek, Mensos Idrus Marham, dan Dirut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fahmi Idris. [L]


    koordinator.liputan@gmail.com
    0812-9167-7174

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Jokowi: Masyarakat Tidak Boleh Dipersulit Mendapat Layanan Kesehatan Rating: 5 Reviewed By: Redaksi 2.0
    Scroll to Top