• Latest News

    Arab Saudi, Benarkah Membuka Diri Hanya Demi Investasi?

    LUGAS | Riyadh - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dalam pidatonya di Konferensi Inisiatif Investasi Masa Depan di Riyadh dua tahun silam, menjanjikan Islam yang lebih moderat di Kerajaan Arab Saudi.

    Sebagaimana diketahui, dalam kurun terakhir Arab Saudi tampil lebih terbuka dan moderat guna meningkatkan devisa dari sektor pariwisata.

    Bahkan seorang ulama Arab Saudi mengeluarkan fatwa bahwa umat Islam boleh salat di mesjid mana saja baik Sunni maupun Syiah, gereja bahkan sinagog. Fatwa itu disampaikan Abdullah bin Sulaiman Al-Manea, anggota Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi.

    Al-Manea menegaskan bahwa Islam adalah agama toleransi dan belas kasih, bukan kekerasan, intoleransi atau terorisme. 

    Ia juga menekankan bahwa umat Islam harus memperlakukan orang-orang yang berbeda agama secara toleran.

    Al-Manea menyatakan Islam adalah agama yang hidup berdampingan bukan dengan kekerasan dalam berinteraksi dengan umat non-muslim.

    Ia mengutip kisah Nabi Muhammad ketika menerima delegasi orang-orang Kristen dari Najran di mesjid-mesjidnya. Saat itu, Nabi mengizinkan tamu-tamunya bersembahyang menghadap Yerusalem.

    Pernyataan Al-Manea bukan hal yang baru dalam proses modernisasi Arab Saudi, satu dasawarsa silam, Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi pernah mengeluarkan pernyataan bahwa umat Islam diizinkan memasuki gereja-gereja untuk melihat-lihat dan menambah pengetahuan mengenai tempat-tempat ibadah dengan merujuk pada peristiwa yang dialami Kalifah Umar bin Al-Khattab.

    Khalifah Umar menolak bersembahyang di Gereja Makam Suci di Yerusalem dengan alasan tidak ingin umat Islam mengganggu orang-orang Kristen di gereja mereka.

    Sebagai gantinya, Khalifah Umar salat di wilayah lain dimana sebuah majid dibangun dengan nama Masjid Umar. 

    Al-Manea menekankan bahwa umat Islam dapat masuk ke gereja untuk belajar tentang mereka, dan sebaliknya orang-orang Kristen diizinkan memasuki mesjid kecuali Masjidil Haram di Mekkah, dan berdoa di dalamnya.

    Sikap moderat Arab Saudi ini menuai kritik tajam terutama kalangan ulama konservatif, yang berakibat mereka dijatuhi hukuman. Benarkah keterbukaan KSA hanya sekadar investasi? Atau mempercepat ramalan nubuat tentang akhir zaman?



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    Item Reviewed: Arab Saudi, Benarkah Membuka Diri Hanya Demi Investasi? Rating: 5 Reviewed By: Redaksi
    Scroll to Top