Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Jathilan Meriahkan Tanggap Yuswo Paguyuban Seni Manunggal Putro Budoyo


LUGAS | Seni Budaya - Atraksi Jathilan atau dikenal juga sebagai Kuda Lumping atau Jaran Kepang memeriahkan acara Tanggap Yuswa (Hari Ulang Tahun) ke-4 Paguyuban Seni Jathilan Manunggal Putro Budoyo (MPB) Magelang se-Jabodetabek, yang dirayakan  pada hari Minggu (6/12/2020), di  Sekretariat Pusat MPB.

Tampak hadir sejumlah pengurus dan ratusan anggota MPB, diantaranya  Khotib selaku Ketua Umum Manunggal Putro Budoyo, Koordinator 1 Manunggal Putro Budoyo  Jabodetabek Nasir S.E, Koordinator 2 Kodim, Ketua Paguyuban FORSMA Robbi Cahyono, Ketua Hikharisma Ibun.

Usai  sambutan-sambutan dari sejumlah pengurus MPB, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa, pemotongan tumpeng dan kue tart lalu ditutup dengan atraksi Jathilan yang ditunggu-tunggu oleh warga sekitar. Ratusan penonton dibuat takjub menyaksikan atraksi seni tradisional bernuasa magis tersebut. Tampak juga beberapa penari wanita yang anggun dan lincah. Apalagi saat tiba-tiba satu persatu penari kesurupan, sampai membuat para penonton tergang tapi menikmatinya.


Koordinator 1 MPB Jabodetabek Nasir, S.E  mengajak seluruh pengurus dan anggota MPB yang hadir untuk terus memperkuat jalinan silaturahmi sehingga tercipta kerukunan dan keguyuban antar sesama anggota MPB maupun dengan pekerja seni lainnya di Indonesia.

“Semoga pada hari ini seluruh tim Jathilan Magelang Kota Bekasi khususnya MPB se-Jabodetabek sejumlah 170 orang mendapat kesehatan dan selalu menjalin tali persaudaraan dan tali Paguyuban,” ucap Nasir yang asli Betawi ini.

Lebih lanjut ia mengemukakan harapannya untuk selalu mendukung anggota dalam melestarikan seni dan budaya khususnya seni Jathilan sehingga bisa dikenal se-antero negeri bahkan mancanegara.

“Terimakasih kepada Bapak Camat Bekasi Barat, Lurah Jakasampurna  atas doa restunya MPB bisa sampai sekarang ini,” ujar Nasir.

Sementara itu, Ketua Umum MPB, Khotib mengungkapkan harapannya agar MPB tetap dikenal, tetap solid dan terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung.

“Mudah-mudahan MPB tetap dikenal dari Magelang dan luar Magelang dan selalu terbuka siapa yang mau gabung mau ikut silakan, monggo,” ujarnya.


Tentang Jathilan Manunggal Putro Budoyo

Jathilan, sebagai kesenian komunal atau harus dilakukan secara bersama-sama oleh banyak orang, tak hanya memuat seni budaya tradisional, namun juga menjaga sejarah dengan lakon-lakon pementasan seperti Panji Semirang hingga peperangan Diponegoro. Selain itu, juga sebagai ajang silaturahmi warga perantauan dalam rangka mengikat persaudaraan, solidaritas komunal dan ajang berbagi suka dan duka.

Rudy Restanto, Humas Sanggar Seni Manunggal Putro Budoyo menceritakan perihal kesenian jathilan, yang sebagai seni pertunjukan atau tontonan digarap secara detail, dimainkan oleh penari profesional dengan fragmen menarik sehingga sangat layak untuk dinikmati.

"Mahakarya seni budaya tari dalam kesenian Jathilan ini sangat  menggugah akan kecintaan pada budaya itu sendiri, sebagaimana (pesan) dalam simbol kami, siapa lagi yang melestarikan kalau bukan kita," terang Rudy.

"Selain kami latihan Jathilan rutin, kami juga ada kegiatan bakti sosial, yasinan tiap malam jumat, saat ada banjir kami juga mengumpulkan dan menyalurkan bantuan, kalau ada anggota yang sakit atau meninggal kami bersama-sama ikut meringankan beban dengan memberikan bantuan," ungkap Rudy. Lanjutnya, "di Manunggal Putro Budoyo kami ada iuran, makanya dana pasti ada, jadi kami menerapkan kebersamaan."

Jathilan sebagai kesenian khas yang berasal dari DIY dan Jawa Tengah terbagi dalam beberapa jenis, yaitu berupa tarian Kuda Lumping Klasik, Kreasi, Rampak Buto, Cakilan, Anoman.

Sanggar seni Manunggal Putro Budoyo (MPB) dengan mengusung seni tradisi khas Magelang, anggotanya oleh orang-orang perantauan Magelang di Jabodetabek, dan ada juga warga asli Bekasi dan sekitarnya yang ikut serta menjadi anggot. "Bilamana ada yang mau bergabung diperbolehkan, tidak harus dari Magelang, yang terpenting ada kemauan untuk berlatih," tutur Rudy.

MPB kerap dilibatkan meramaikan acara penting seperti dalam parade budaya Nusantara di TMII, sebagai duta seni, pameran atau pesta blangkon di Gelora Bung Karno, kirab budaya Festival Cisadane di Tangerang, dan lain-lain.

"Dan sering juga diundang di acara kawinan untuk meramaikan sebagai hiburan," ungkap Rudy.

"Yang paling berkesan adalah tampil di depan Presiden, dan juga pernah main film jaran goyang," kisah Rudy.

Anggota Manunggal Putro Budoyo kurang lebih 150 orang, terdiri dari 60 orang perempuan dan 90 orang laki laki dari berbagai latar belakang sosial dan profesi, ada buruh, karyawan, pelajar, pegawai negeri, mahasiswa/i, TNI, Polri.

"Harapan kami semoga Manunggal Putro Budoyo (MPB) tetap bertahan, dilestarikan di rantau ini, dan bisa berkembang di Indonesia dan juga luar negeri, bisa membawa dampak positif untuk generasi muda agar supaya bisa mencintai melestarikan adat budaya jangan sampai punah," harap Rudy .


Alamat: Sekretariat Kantor RW
Jl. Anggrek Raya, Perumnas 1 Jakasampurna
Bekasi Barat, Kota Bekasi
Kontak Humas: 0858-1786-5627

Reporter : Agus Wiebowo | Editor : Mahar Prastowo

Artikel serupa dapat dibaca DI SINI