Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Pesan Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa untuk Menteri Agama



LUGAS | Padang - Yaqut Cholil Qoumas (45) yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Yaqut atau Gus Tutut ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menduduki jabatan Menteri Agama di Kabinet Indonesia Maju, sejak 23 Desember 2020.

Sebagai "gebrakan" pertama begitu ia menjadi Menteri Agama menggantikan Fahrul Razi, ialah mengungkapkan ke publik misinya yang selama ini telah dilakukan, yaitu afirmasi kaum Syiah dan Ahmadiyah.

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PAW) ini adalah saudara kandung Yahya Cholil Staquf, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang sama-sama dikenal sebagai pegiat pluralisme dan dari pelbagai dokumentasi tampak dekat dengan Israel dan vatikan. Putra dari K.H. Muhammad Cholil Bisri, salah satu pendiri PKB, ini juga pernah menjabat Wakil Bupati Rembang periode 2005–2010 dan Anggota DPRD Kabupaten Rembang periode 2004–2005. Meski demikian posisinya sebagai Ketua Umum GP Anshor lebih populer karena keberaniannya dalam menentang berbagai kegiatan sosial yang  menggunakan simbol-simbol islam.

Atas terpilihnya Yaqut sebagai Menteri Agama tersebut dengan pernyataannya soal afrimasi Syiah dan Ahmadiyah, beragam tanggapan muncul, tak terkecuali dari Ketua MUI Sumatera Barat.

Dikutip dari lama resmi MUI Sumbar pada Kamis (24/12/2020) Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa selaku Ketua MUI Sumbar memberikan pesan di bawah ini untuk Menag:

Presiden telah menggunakan haknya untuk mendudukkan saudara sebagai Menag namun itu bukan berarti saudara sekaligus menjadi penentu keabshahan ajaran suatu agama.

Hak warga negara mendapatkan perlindungan, tidaklah berarti mereka juga berhak untuk merusak ajaran agama. Negara harus hadir melindungi ajaran agama itu sendiri dari berbagai penyesatan.

Pernyataan saudara Menag tentang afirmasi kaum Syiah dan Ahmadiyyah sebagaimana tersebar dalam berbagai media online, bukanlah suatu sikap yang bijak dan adil bila mengabaikan sikap yang telah dilahirkan oleh Majelis Ulama Indonesia.

Perlu kami ingatkan bahwa saudara sekarang adalah Menag RI, bukan lagi pimpinan suatu ormas. Karena itu, saudara Menag harus bisa menghargai dan menghormati keputusan lembaga keagamaan yang telah melahirkan berbagai keputusan yang terkait dengan agama tertentu.

Kalau keinginan saudara ingin mewujudkan kebersamaan, pernyataan saudara tersebut malah akan berakibat sebaliknya karena ulama tak akan diam dengan penyesatan yang terjadi di tengah umat.

Sebagai penutup, dengan mengambil petunjuk ungkapan Umar ra, bahwa penguasa menjadi bala (ujian) bagi rakyat dan rakyat adalah ujian bagi penguasa, kami berdoa semoga kita semua lolos dari ujian berat ini.

Demikian pesan Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa untuk Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan diakhiri harapan serta doa agar seluruh bangsa dan negara lolos dari ujian berat yang tengah melanda.

[L]

Posting Komentar

0 Komentar