Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Polisi Tangkap Remaja Yatim Piatu Pelaku Mutilasi Saat Asyik Main PS


LUGAS | Kota Bekasi - Polisi menangkap seorang remaja bernama A (17) yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap korban Dony Saputra (24) dengan cara dimutilasi. Potongan tubuh korban ditemukan warga di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Jalan Gunung Gede Raya RT 001/013 Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Senin 7 Desember 2020 sekitar pukul 06.00 pagi.

Korban Dony Saputra adalah seorang karyawan sebuah minimarket,  perantau asal dari Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.

Pelaku yang masih remaja itu ditangkap di sekitar rumahnya, di kawasan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (9/12/2020) dini hari, oleh tim Resmob Polda Metro Jaya saat sedang main PS dan  tanpa perlawanan. Bahkan dia langsung mengakui semua perbuatannya ketika ditanya petugas.

Petugas usai mengamankan pelaku pada pukul 01:30 wib, kemudian membawa ke  rumah kediamannya yang jadi tempat melakukan perbuatan pembunuhan. Setelah itu  dibawa ke Polda Metro Jaya guna proses selanjutnya.

“Saat ini terduga pelaku sudah dibawa oleh Subdit Resmob Polda Maetro Jaya, dugaan awal pelaku kesal karena sering disodomi korban,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Wijonarko pada Rabu (09/12).
Menurut keterangan pelaku, potongan tubuh lain dari korban, yaitu kaki dan kepala dibuang di wilayah Perumnas 1 Kranji yaitu tempat sampah dekat dengan SMP 4 Kota Bekasi.

Pelaku  dalam kesehariannya berprofesi sebagai pengamen  manusia silver di jalanan guna menghidupi dirinya yang sudah yatim piatu.

Tetangga pelaku mengaku terkejut atas kejadian itu, pasalnya pelaku tergolong anak yang cerdas dan rajin beribadah. Menurut keterangan para tetangga, rumah pelaku memang kerap dijadikan tempat berkumpul dengan teman-temannya.
Pada hari sebelumnya, pelaku sempat meminta kantong plastik hitam kepada tetangga sebelah rumahnya bernama Neneng, namun saksi tidak memberikan karena tidak punya plastik yang ia minta.

“Sehari sebelum itu dia (pelaku) sempat minta plastik hitam, saya bilang buat apa, terus dia jawab buat baju, trus saya bilang gak ada,” ujar Neneng.

Sementara itu, ketua RW 011 kelurahan Jakasampurna Nurhadi menuturkan bahwa pelaku dikenal sangat sopan, walaupun terduga pelaku jarang bergaul dengan warga sekitar.

“Saya kaget dan gak nyangka anak sekecil itu bisa berbuat sesadis itu, tadi polisi juga membawa barang semua,” kata Nurhadi.

Saat ini, rumah kediaman pelaku dipasangi garis polisi. Warga tampak berkerumum di sekitarnya untuk menyaksikan tempat pelaku menghabisi korban Dony Saputra.

Karena pelaku dibawah umur dan juga merupakan korban perilaku seksual menyimpang, perlu penanganan khusus pasca trauma guna pemulihan kondisi kejiwaannya agar tak menjadi carrier perilaku seksual menyimpang di kemudian hari.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

Posting Komentar

0 Komentar