Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Harga Beli TBS Turun Imbas dari Hubungan Dagang China - Indonesia Membaik


LUGAS | Pekanbaru - Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja mengatakan bahwa untuk satu minggu kedepan (27/01 - 02/02) akan terjadi penurunan harga pembelian TBS.

"Terjadi penurunan harga pada kelompok umur 10 - 20 tahun mencapai 8,05 persen atau sebesar 
Rp 185,42/kg dari harga minggu lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan turun menjadi Rp2.117,60/kg," jelas Defris, Rabu (27/01).

Ia menjelaskan bahwa turunnya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya penurunan harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data. Dimana untuk harga jual CPO, PT. PTPN V mengalami penurunan harga sebesar Rp 742,67/Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 852,96/Kg, PT. Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 457,09/Kg, PT. Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 772,00/Kg, dari harga minggu lalu. 

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT. Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 157,27/Kg, PT. Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp. 190,00/Kg dari harga minggu lalu.

Sementara dari faktor eksternal, turunnya harga TBS minggu ini karena harga kontrak futures (berjangka) minyak sawit mentah (CPO) anjlok signifikan pada perdagangan pekan ini. Merosotnya harga kontrak yang aktif ditransaksikan di Bursa Malaysia Derivatif ini karena ekspor negeri jiran yang turun tajam di bulan Januari.

"Sepekan terakhir, harga kontrak CPO April ambles 4,12%. Kini harga CPO sudah berada dilevel RM 3.282/ton. Minyak nabati sudah terkoreksi parah dari posisi puncaknya dari posisi awal Januari diharga RM 3.877/ton," ujar Defris.

Survei yang dilakukan oleh AmSpec Agri Malaysia menunjukkan bahwa ekspor minyak sawit Malaysia pada periode 1-20 Januari drop 41% dibanding periode yang sama bulan lalu menjadi 632.827 ton. Padahal diperiode yang sama bulan lalu ekspor Malaysia tercatat sebesar 1.073.663 ton.

"Harga minyak sawit terkoreksi lebih rendah karena adanya pembahasan kesepakatan perdagangan yang lebih baik antara China dan Indonesia dengan komitmen untuk mengimpor lebih banyak komoditas Indonesia," tukas Defris. (MCR/RAT) (L/Taufik)

Posting Komentar

0 Komentar