Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Kelurahan Jaticempaka Jemput Bola Pelayanan SPPT PBB

Foto bersama di tempat pembayaran PBB RW 01 Kelurahan Jaticempaka. (Ki-ka depan): Lurah Amir, Kasi Permasbang Abdul Muin, Koordinator Penagihan Neneng Asminah, serta Ketua RT dan para pamor.


L
UGAS | Kota Bekasi -  Pendistribusian SPPT PBB di Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi dilakukan pihak kelurahan dengan cara jemput bola. Semua pihak kelurahan yang aktif dengan melibatkan para pamor, Ketua RW dan ketua RT.

Hal ini disampaikan Amir, S.E, Lurah Jaticempaka saat menerima LUGAS berbincang di kantornya, Jalan Wadas Raya, Jamblang I, Kelurahan Jaticempaka, Jumat, 19 Maret 2021.

"Kami bertekad untuk terus menyukseskan penyerapan pajak kelurahan. Untuk itu kami pro aktif  melakukan pendistribusian SPPT PBB (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi Bangunan, red) Tahun 2021. Kegiatan ini kami lakukan langsung ke 13 RW yang ada di kelurahan Jaticempaka," tutur Lurah Amir.

Lanjutnya, "kami  punya  13 pamor yang kami tempatkan di 13 RW, yang mana kami bagi dua yaitu RW 1 sampai RW 6 di bawah kordinator Ibu Neneng Asminah, adapun RW 7 Sampai RW 13 di bawah kordinator  Bapak  Supradi. Dari kordinator bekerjasama dengan pamor, RT dan RW kapan bisanya, hari kerja atau hari Sabtu Minggu silahkan, untuk menagih PBB yang sudah tertera di RW masing-masing."

Diungkapkan Amir, penerimaan pajak tahun 2020 kelurahan Jaticempaka terbesar dan juara pertama se-kota Bekasi dan ia optimis untuk tahun 2021 ini ada peningkatan.

Amir menghimbau kepada masyarakat kelurahan Jaticempaka untuk selalu taat membayar pajak.

"Mudah-mudahan dengan adanya pajak ini kita bisa membangun, karena suatu kewajiban bagi warga negara Indonesia yang baik harus taat pajak, karena pajak merupakan bagian untuk pembangunan kota Bekasi," jelasnya.

Sementara itu Neneng Asminah, Kordinator penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) RW 1 Sampai dengan RW 6 kelurahan Jaticempaka, ditemui  di lokasi penagihan di kantor sekretariat RW 01 menjelaskan prosedur penagihan PBB ke warga.

"Awal maret kami sudah mulai bertugas, pertama kita bikin surat undangan  tentunya kordinasi dengan pamornya, setelah lokasi ditentukan bisa di kantor RT atau kantor RW dan warga membayar pajak, di rekaplah oleh pamor selanjutnya uang disetorkan ke Bank BJB, setelah itu kita minta waktu satu atau dua hari. Setelah itu rekapan dan tanda terima dari Bank BJB yang sudah dichecklist kita serahkan ke RT, jadi nanti ketahuan yang sudah bayar atau belum, kita punya rekapannya dan nanti warga akan ambil sendiri di RT," jelas Neneng Asminah merinci alur proses kerjanya.

Neneng Asminah yang juga sebagai bendahara di kelurahan Jaticempaka menyampaikan bahwa dalam tugasnya bukan tanpa kendala.

"Kendala pasti ada saja, hanya saja alhamdulillah selalu teratasi, dan pak lurah sangat mensupport tugas kami, pak RT dan pak RW juga sama," tutur Neneng.

Senada yang disampaikan Neneng Asminah, Kasi permasbang Abdul Muin, S.E, menegaskan, bahwa proses penagihan PBB itu sangat rapi dan diatur sedemikian rupa.

"Kami adakan koordinasi dengan RT dan RW, setelah itu baru dibuatkan undangan untuk dibuatkan schedule. Setelah undangan kita buat, kita sebar melalui RT dan RW untuk wilayah kerja yang bersangkutan. Artinya setelah undangan itu beredar di masyarakat kita tinggal menunggu di pos RT, Pos RW atau di rumah ketua RT. Jadi penarikan PBB itu sudah menahun dan para pamor pastinya sudah lihai karena sudah menjadi rutinitas.dan dalam penarikan PBB di kelurahan Jaticempaka ini yang mana kita punya dua koordinator yaitu bu Neneng Asminah dan bapak Supradi," terang Abdul Muin.

Lebih jauh Abdul Muin mengungkapkan target yang sudah ditetapkan yaitu tahun 2020 jumlah SPPT 10654 dengan ketentuan Nominal Rp. 4.628.159.682. Adapun tahun 2021  ada 11069  SPPT dengan target rupiah Rp.4.756.548.389. Tidak diketahui sebesar 1618 dengan nominal Rp.801.030.663, dan tidak ada fisik sebanyak 361 dengan nominal Rp.135.625.663.

"Untuk tahun 2021 ini ada kenaikan walaupun tidak mencolok," tutup Abdul Muin.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo





Posting Komentar

0 Komentar