Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Lurah Jakamulya: Prokes Senjata Utama Perangi Covid-19

Lurah Jakamulya H. Bahrudin bersama 3 pilar lakukan sosialisasi prokes

LUGAS | Kota Bekasi - "Perlu kesabaran kita semua untuk menyampaikan  protokol kesehatan yang meliputi memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Sosialisasi ini menjadi program prioritas, karena protokol kesehatan merupakan satu-satunya senjata kita dalam memerangi Covid-19," ujar lurah Jakamulya H. Bahrudin, Kamis (4/3/2021).

Untuk itu, dibutuhkan kerjasama dan peran semua pihak agar senjata itu (prokes) dapat efektif. Demikian disampaikan H. Bahrudin di kantornya, Jl H. Umar, Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Dengan kerjasama dan peran segenap pihak itu, ia berharap pandemi segala berlalu dapat diatasi dengan berbagai ikhtiar yang dilakukan melalui protokol kesehatan.

Dalam implementasinya, sosialiasi kepada masyarakat harus terus menerus dilakukan dengan penuh kesabaran oleh RT, RW,  Puskesmas, para tokoh, serta ormas sangat diperlukan. Semua harus bergotong-royong, bekerjasama dalam sosialisasi protokol kesehatan agar masyarakat memahami secara menyeluruh pesan yang disampaikan pemerintah mengapa harus menjalankan protokol kesehatan.

"Peran semua tokoh masyarakat, RT, RW, karang taruna, PKK, puskesmas, LSM, ormas dalam menyampaikan edukasi protokol kesehatan itu sangat penting. Seluruh aspek masyarakat semua menjadi pahlawan kemanusiaan, termasuk media sebagai mitra kami," ujar H. Bahrudin.

Lanjutnya, "peran media dalam memberi informasi kepada masyarakat menjadi hal yang sangat penting dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat." 


Meski lelah usai sosialisasi prokes, H. Bahrudin dengan ramah dan antusias menerima LUGAS berbincang di ruang kerjanya.


Lurah H. Bahrudin juga menegaskan seluruh unsur yang ditugaskan di kelurahan seperti Babinsa/Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Puskesmas, Dishub dan lainnya selalu bekerjasama dan terus menerus menggencarkan sosialiasi protokol kesehatan, apalagi dengan dipersempitnya zonasi melalui PPKM berskala mikro guna menekan angka positif Covid-19.

Menurut Bahrudin masa pandemi ini adalah ujian, semua aspek kehidupan merasakan dampaknya. "Lurah, aparatur, pamor dan semuanya merasakan betapa padatnya acara, dari masalah pendataan sosial dampak pandemi, pembagian bansos, BST, sosialisasi protokol kesehatan dan lain-lain."

Namun demikian ia selalu menekankan agar semua melakukannya dengan kerja ikhlas, kerja cerdas, penuh tanggung jawab dan berintegritas.

"Dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat, setiap briefing dan momentum acara bersama staf, pertama yang saya sampaikan adalah  kerja ikhlas, kerja cerdas, tanggung jawab dan berintegritas," ujarnya.

"Terutama adalah ikhlas," tegasnya.

Lanjut H. Bahrudin, "kalau tidak ikhlas kita dapat dua-duanya, kita cape dan dapat dosa. Dengan ikhlas apabila dunia dapat, dapat juga lapangan amal ibadah kita. Kalau bicara rizqi, Allah Maha Besar, Maha Pengasih dan Penyayang, apabila tidak dapat rizqi di satu pekerjaan kita, bisa juga dapat di yang lain."

Soal bekerja cerdas, ialah bagaimana  dalam rangka melayani masyarakat bisa melihat, menyelesaikan dan memberikan  solusi.

sementara dalam soal bertanggung jawab, ia tegaskan sebagai konsekuensi pekerjaan. "Kalau tidak bertanggung jawab tidak mungkin kita mau kerja sampai malam, tidak mengenal waktu. Konsekuensi suatu pekerjaan, konsekuensi sebuah jabatan yang harus dijalani dengan baik adalah tanggung jawab. Pekerjaan juga jangan dipikirin, akan capek, yang ini belum selesai sudah datang lagi, ini belum selesai sudah datang tugas lagi. Dinikmati saja, dengan nikmat itulah semangat kerja kita akan tinggi."

Lurah yang gemar blusukan dan hobi motivasi agama ini mengakhiri perbincangan bersama LUGAS dengan menyampaikan himbauan pada warga untuk selalu semangat dan peduli dan tetap patuhi protokol kesehatan.

"Kepada semua warga untuk selalu semangat, saling peduli dan tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas," pungkas H. Bahrudin.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

Posting Komentar

0 Komentar