Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Warga Desa Linggapura Bergotong Royong Membangun Asrama Putri Ponpes Al Manshurin



LUGAS | BREBES
- (Pj) Kepala Desa Linggapura Fakhrudin menghadiri acara peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan asrama putri Pondok Pesantren Al Manshurin, Senin (15/3/2021).

Pondok Pesantren Al Manshurin  yang baru menjalankan aktifitas selama delapan bulan ini, telah memiliki  sarana prasarana belajar yang memadai bagi santri seperti masjid, kelas ruang belajar mengajar, dan asrama santri putra. Dan saat ini yang sedang dimulai proses pembangunannya adalah gedung asrama putri.

Ketua Pelaksana Pembangunan Asrama Putri, H. Iskandar Arafat mengungkapkan rencananya pembangunan asrama putri ini berupa gedung 5 lantai yang berdiri diatas tanah seluas  7 x 14 meter. Gedung akan dilengkapi dengan fasilitas dan beberapa ruangan seperti kamar mandi, tempat wudlu penghuni asrama putri, kamar tidur santriwati, ruang olahraga dan ruang jemuran khusus santri putri.

Selain Pj. Kepala Desa Linggapura, acara tersebut dihadiri oleh para pengurus Yayasan Ponpes Al Manshurin H. Ahmad Muhsoni, Ketua Pondok Pesantren Amirudin, pengurs Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Tonjong H. Syaefullah, sejumlah perangkat desa Linggapura serta  tokoh masyarakat setempat.

Fakhrudin selaku PJ Kepala Desa berharap  pembangunan asrama Pondok Pesantren Al Manshurin ini berjalan lancar dan  bermanfaat untuk kemaslahatan umat khususnya dalam pembinaan Generasi Penerus. "Sehingga bisa ikut bersinergi dengan pemerintah menciptakan generasi penerus yang religius dan berfikiran maju," ujar Fahrudin.

Sementara itu H. Ahmad Muhsoni selaku pengurus Yayasan Ponpes Al Manshurin ketika dimintai keterangannya menjelaskan bahwa tujuan didirikannya pondok pesantren ini selaras dengan program pemerintah yaitu sebagai tempat pendidikan non formal dibidang keagamaan, guna mewujudkan  generasi yang 'alim, faqih, berakhlaqul karimah dan mandiri, generasi yang kelak akan dapat memberikan kontribusi positif di masyarakat.



Pembangunan  pondok ini mendapat dukungan dari warga sekitar, sehingga pada saat penggalian  pondasi yang kedalamannya mencapai 4 meter dan digali dengan alat-alat manual, dapat diselesaikan dalam waktu singkat karena dikerjakan dengan penuh semanga secara bergotong royong. [L]







Laporan Abdul Rozak,
Editor : Mahar Prastowo

Posting Komentar

0 Komentar