Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Lansia RW 08 dan 18 Kayuringin Jaya Jalani Suntik Vaksin Tahap I



LUGAS | Kota Bekasi - Warga lansia (lanjut usia) di Komplek Wika RW 18 kelurahan Kayuringin Jaya menerima vaksinasi Covid-19  tahap pertama. Kuota disiapkan untuk 300 orang. Demikian dikatakan drg. Ariska Agustina, Kepala Puskesmas Perumnas II Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi di lokasi vaksinasi lansia, lapangan hijau serbaguna Jalan Tampomas Raya RT01 RW18, Komplek Wika, Senin (12/04/2021).

"Hari ini Senin 12 April 2021 kami lakukan vaksinasi tahap pertama untuk lansia, dan untuk tahap dua nanti, Senin 10 Mei 2021," terang drg. Ariska Agustina.

Diungkapkan Ariska, pihaknya bekerjasama dengan pemangku wilayah dalam hal ini ketua RW. Puskesmas sebagai pelaksana bekerjasama dengan klinik dan laboratorium yang ada di Kayuringin Jaya seperti klinik Citra Sehat, klinik dr. Siu Phing dan laboratorium Leader Lab.

"Kami juga koordinasi dengan tim satgas Covid-19 RW18 untuk kelancaran  vaksinasi covid-19 tahap satu  atau suntikan pertama hari ini," ujar dokter Ariska.  

Karena sebagian  lansia yang akan divaksin sudah memiliki penyakit penyerta atau komorbid, Ariska mengimbau kepada para lansia atau pendampingnya agar membawa surat pernyataan dari dokter  spesialis tempat  pasien lansia ini biasa kontrol.

"Jadi kami butuh persetujuan dulu dari dokter spesialis yang merawat lansia ini, apakah lansia tersebut kondisinya siap untuk diberikan vaksin covid-19 atau tidak," jelas Ariska.

Kapuskes drg. Ariska & Ketua RW18 Harry Prayitno


Untuk vaksin yang digunakan masih merk sinovac, dengan tipe multidose, sehingga berbeda dengan yang disuntikkan sebelumnya untuk tenaga kesehatan, yakni single dose.

"Single dose itu 1 botol 1 orang, multidose 1 botol 10 orang, manfaat sama, merek sama, isinya sama dan jeda waktu penyuntikan 28 hari," terang dokter Ariska.

Dalam pelaksanaan vaksinasi untuk para Lansia  ini, dilakukan dengan alur pelayanan yang terdiri dari 4 (empat) meja. Mulai dari meja pendaftaran dimana penerima vaksin menyerahkan KTP untuk dilakukan verifikasi data ke aplikasi, setelah itu ke meja screening (skrining,red).

"Screening ini untuk mengecek kondisi orang tersebut seperti tensi suhu badan, terus riwayat penyakit kita tanyakan semua untuk memastikan orang ini layak divaksin atau tidak di hari tersebut," jelasnya.

Setelah lolos dari screening, ada dokter dan perawat di meja ketiga atau meja vaksinator. Setelah disuntik, warga pindah ke meja 4 yaitu meja observasi sampai dia pulang.

"Di meja 4 ini diobservasi dulu 30 menit untuk melihat apakah ada efek samping dan sebagainya, setelah  observasi selesai dan tidak ada gejala, pasien bisa kita berikan sertifikat atau bukti bahwa dia sudah divaksin dan  boleh pulang," tutur dokter Ariska.

Vaksinasi hari ini melayani 300 orang, dengan perlengkapan yang disediakan di meja 1 yaitu meja pendaftaran  ada 4 meja, di meja 2 (meja skrining) ada 4 meja, meja 3 (meja vaksinator) ada 2 meja dan di meja 4 (meja observasi) dan pelaporan ada 4 meja.

Atas pelaksanaan vaksinasi ini, warga RW 18 Komplek Wika merasa senang, seperti dituturkan Herry Dwi Wahyono yang juga pengurus MUB (Majelis Umat Beragama) kelurahan Kayuringin Jaya.

"Saya sangat senang dengan adanya vaksin ini. Dengan vaksin ini mengurangi kekhawatiran akan tertularnya Covid-19. Masih ada yang ragu-ragu tentang vaksin ini, tapi kalau saya sangat yakin, vaksin ini semua sudah melaui uji para ahli dan jelas bisa dipertanggungjawabkan," ujar Herry.

Tak lupa Herry Dwi Wahyono  juga mengimbau sesama  warga, jangan ragu lagi dengan vaksinasi.

"Ayo ikuti program vaksin ini. Harapan saya setelah vaksin ini pandemi berakhir dan perekonomian pulih kembali," ajak  Herry seraya  mengungkapkan harapannya.

Ketua RW 18 Harry Prayitno mengungkapkan bahwa inisiatif vaksin atas hasil rapat kepengurusan RW dan Tim satgas Covid-19 di wilayahnya. 



"Dengan banyaknya yang terpapar covid yang kita lihat melalui media masa, tv, media online dan lain-lain. Dan juga masukan dari warga, karena warga kami juga banyak terpapar covid, kami  berinisiatif membentuk satgas covid-19 yang berisi para pengurus, baik di RW maupun RT dan tentunya kami tidak sendiri. Sinergi baik kami jalin dengan para ketua RT, Ibu-ibu PKK, Posyandu dan karang taruna. Setelah kami berkirim surat langsung di respon Dinas kesehatan, dan hari ini dilaksanakan vaksin dengan kuota 300 orang dengan perincian RW 18 sebanyak 107 orang dan RW 8 sebanyak 103 orang, adapun sisanya dibuka link online oleh puskesmas untuk lansia se-Kayuringin Jaya. Kami RW 18 melakukan vaksin pagi hari, dan siang harinya nanti RW 08," terang Harry Prayitno.

Lanjutnya, "termasuk dalam memperkuat 3T, kasus orang tanpa gejala atau OTG yang berpotensi semakin menambah luas penyebaran Covid-19 juga tidak akan bebas berkeliaran. Pasalnya, testing dan tracing yang cepat bisa membuat pasien terpapar Covid-19 segera diberikan treatment (perawatan)."

“Jika setiap kasus baru langsung ditangani dan tracing serta testingnya cepat maka perkembangan Covid-19 dapat dikendalikan serta dapat menekan laju penyebaran Covid-19," ucapnya.

Menurutnya untuk memutus rantai Covid-19 tidak bisa sendiri. Semua pihak harus bekerjasama dan saling mendukung dari ketua RT, Ketua  RW, Puskesmas, Lurah, Kasie, pamor. "Semuanya tidak bisa berjalan sendiri, harus aktif dan saling berkordinasi," tegasnya.

Kepedulian dan  empati juga harus benar-benar diwujudkan tanpa melihat perbedaan.

"Semua bekerjasama dan saling kordinasi. Selain kordinasi 3T dengan puskesmas, Kelurahan kami aktif, ke tempat-tempat beribadah,  sekolah ,ke rumah-rumah untuk mengingatkan supaya mematuhi protokol kesehatan.dan di RW 18 ini kami sangat bersyukur ada dokter yang sangat peduli pada kami dan selalu memberikan sharing-sharing terkait protokol kesehatan," ujar Harry.

Kepada tempat-tempat ibadah,  dalam pelaksanaan kegiatan beribadah diingatkannya agar  menjalankan prokes  yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, menghindari mobilisasi massa, membatasi kapasitas tempat ibadah hanya 50 persen, dan tetap menjaga jarak.

"Kami juga aktif melakukan penyemprotan ke rumah-rumah maupun tempat ibadah," ucap Harry.

Lebih lanjut Harry Prayitno menyampaikan bahwa untuk warga yang isolasi mandiri disiapkan logistiknya, seperti bahan makanan.

Ia berharap kepada warga untuk sekarang ini untuk kalangan apapun supaya mematuhi Prokes 4 atau 5 M dan jika ada warga, teman, saudara  yang terpapar agar jangan dijauhi.

Sinergi lurah dengan 3 pilar yaitu babinsa, bhabinkamtibmas serta petugas kelurahan atau pamor yang ada di setiap RW juga sangat baik. "Seperti selalu diingatkan penegakan disiplin protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi langsung ke masyarakat dengan woro-woro berkeliling, penyemprotan disinfektan dan fogging," tutup Harry.


Laporan Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

Posting Komentar

0 Komentar